Pelaku Teror Kekerasan Luar Negeri, Diduga Jadi Inspirasi Siswa SMP Kalbar Lempar Molotov ke Sekolah

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 04 Februari 2026 | 19:02 WIB
Barang bukti bom molotov yang diamankan polisi. (Foto/Istimewa)
Barang bukti bom molotov yang diamankan polisi. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com -  Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menemukan beberapa indikasi aksi kekerasan yang terjadi di luar negeri diduga menjadi inspirasi kasus pelemparan bom molotov di SMP Negeri 3 Sungai Raya Kubu Raya Kalimantan Barat (Kalbar).

Demikian disampaikan Juru Bicara Densus 88 Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana yang menerangkan temuan ini didapat dari beberapa tulisan nama-nama pelaku aksi kekerasan ekstrem pada tas milik siswa yang melempar molotov.

"Nama-nama yang tertera adalah pelaku penembakan massal dan sering dijadikan referensi di komunitas ekstrem online," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2/2026).

Beberapa nama yang ditulis yakni Stephen Paddock teror penembakan massal Las Vegas 2017. Aksi tersebut menjadi salah satu yang paling mematikan dalam sejarah Amerika Serikat.

Lalu, Adam Peter Lanza pelaku penembakan Sandy Hook Elementary School di tahun 2012 yang menewaskan anak-anak usia sekolah dasar dan guru. Selanjutnya Seung-Hui Cho lone wolf dan alienasi sosial teror penembakan Virginia Tech 2007. 

"Sering dijadikan simbol ekstrem kekerasan nihilistik," jelasnya.

Lebih lanjut, Tarrant yang merujuk pada pelaku serangan teror di Christchurch di Selandia Baru pada 2019. Salvador Ramos penembakan Uvalde, Texas di 2022 yang menargetkan sekolah dasar. Sampai Luca Traini yakni pelaku penembakan bermotif rasial di Macerata, Italia di 2018 yang berafiliasi dengan ideologi ekstrem kanan.

"Serta #ZERO DAY yang sering dipakai dalam subkultur kekerasan ekstrem dan merujuk pada hari eksekusi serangan. Juga terkait dengan narasi film “Zero Day” tentang penembakan sekolah"

Sedangkan Mayndra menjelaskan, aksi pelaku pelemparan molotov ini diduga berlatar belakang dendam karena perundungan, bukan aksi terorisme. Hal ini diketahui dari pelaku yang gemar menyaksikan konten True Crime Community (TCC) yang menampilkan kekerasan..

"Anak yang terpapar TCC ini merupakan siswa SMP Sungai Raya, Kab Kubu Raya, Kalimantan Barat. Yang bersangkutan tertarik dengan konten-konten kekerasan dan juga tergabung dalam komunitas True Crime Community dan merupakan korban perundungan," kata Mayndra.

Dugaan ini kemudian dikuatkan dari hasil pemeriksaan polisi yang mendapati motif keinginan balas dendam kepada rekan-rekan yang kerap kali merundung pelaku hingga ditambah masalah keluarga.

"Balas dendam kemudian dilampiaskan dengan melakukan aksi kekerasan di sekolahnya,” jelasnya.

 

 sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: