Meutya Hafid Singgung Lobi Perusahaan AI dan Pentingnya Sikap Kolektif Pers Indonesia

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Minggu, 08 Februari 2026 | 15:56 WIB
Menkomdigi Meutya Hafid. (BeritaNasional/Elvis)
Menkomdigi Meutya Hafid. (BeritaNasional/Elvis)

BeritaNasional.com - Menteri Komunikasi dan Digital RI Meutya Hafid menyoroti maraknya lobi perusahaan kecerdasan buatan (AI) kepada jurnalis dalam diskusi terkait AI.

Hal itu dia sampaikan dalam Konvensi Nasional Media Massa Hari Pers Nasional 2026. Menurutnya, lobi itu gencar dilaksanakan pada tahun lalu.

“Yang saya amati di tahun 2025 cukup banyak lobi-lobi yang dilakukan perusahaan AI justru kepada teman-teman jurnalis," ujar Meutya di Serang, Banten, Minggu (8/2/2026).

"Jadi biasanya justru diskusi diskusi AI dibiayai perusahaan-perusahaan AI. Saya tidak mengatakan itu salah tapi itu warning untuk teman-teman semua,” imbuhnya.

Ia menyinggung gerakan kelompok kreator di berbagai negara yang menuntut perlindungan karya dari ekstraksi data tanpa izin. 

“Di beberapa belahan dunia termasuk di Amerika Serikat sekelompok artis penulis kreator membentuk sebuah gerakan anti AI. Mereka membuat surat terbuka kepada pembuat kebijakan serta pengembang AI, menyerukan agar karya mereka tidak boleh digunakan melatih organisme tanpa izin,” ujarnya.

Meutya juga menyinggung gugatan media global terhadap perusahaan AI karena diduga kuat melakukan pengambilan atau ekstraktif data dari karya-karya jurnalistik tanpa izin.

Ia menilai komunitas jurnalis Indonesia belum bergerak serempak menghadapi persoalan serupa. 

“Hanya saja, yang kami catat memang untuk jurnalis ini bergeraknya belum ada satu gelombang besar bersama-sama. Ini mungkin khas kita," ucapnya.

"Karena kita lebih banyak duduk yang menulis begitu ya, jadi kurang berhimpun melakukan gerakan-gerakan yang memberikan masukan-masukan terkait dengan bagaimana harusnya diaturnya AI,” tambah Meutya.

Kementerian, kata Meutya, membuka ruang dialog mengenai keberlanjutan industri media di tengah penetrasi teknologi. 

“Kita siap berdiskusi terkait hal-hal yang berkaitan dengan keberlanjutan dari kehidupan pers di tanah air yang sehat dan juga secara ekonomi baik,” ucapnya.
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: