Imbas Insiden Penembakan, Pengamanan Bandara Koroway Batu Dipertebal

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 11 Februari 2026 | 17:45 WIB
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Dr Faizal Ramadhani. (Foto/Istimewa)
Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Dr Faizal Ramadhani. (Foto/Istimewa)

BeritaNasional.com - Satgas OPS Damai Cartenz 2026 mempertebal pengamanan area bandara perintis Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan. Sebagai respon dari insiden penembakan Pesawat PK-SNR milik PT Smart Air Aviation.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026 Brigjen Pol Dr Faizal Ramadhani menjelaskan penebalan personel dimaksudkan untuk memastikan keamanan area bandara sekaligus membantu proses evakuasi korban.

“Sore ini, kami sudah menerbangkan pasukan ke Boven Digoel. Harapannya, kami bisa menilai situasi di lokasi dan menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan evakuasi, berdasarkan penilaian kondisi yang ada,” kata Faizal dalam keteranganya pada Rabu (11/2/2025).

Pasukan yang diberangkatkan merupakan pergeseran personel dari luar Papua sebagai penguatan pengamanan dan penyelidikan. Sementara itu, identitas pelaku penembakan maupun kelompoknya masih diselidiki.

Insiden penembakan ini turut memakan korban jiwa, yakni Kapten Egon Erawan dan Kopilot Kapten Baskoro Cahyo. Sementara itu, para penumpang berhasil menyelamatkan diri setelah kabur melarikan diri ke dalam hutan.

“Untuk sementara, yang bisa kami pastikan ada dua korban. Untuk yang lainnya masih kami dalami. Situasi terakhir, kami terus berupaya berkomunikasi dan memonitor kondisi masyarakat di sekitar lokasi,” terang dia.

Senada dengan itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol Adarma Sinaga menyampaikan prioritas saat ini adalah memastikan keselamatan warga serta membuka akses informasi dari lokasi kejadian yang berada di wilayah terpencil.

“Aparat gabungan TNI-Polri kini terus berkoordinasi untuk mengamankan area bandara serta menyiapkan langkah evakuasi dan penyelidikan lebih lanjut. Perkembangan situasi di Korowai masih terus dipantau secara intensif,” terangnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: