Menko Polkam Ingatkan TNI-Polri soal Potensi Gangguan Lanjutan usai Penembakan Smart Air

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 12 Februari 2026 | 20:29 WIB
Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago. (BeritaNasional/Kemenko Polkam)
Menko Polkam Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago. (BeritaNasional/Kemenko Polkam)

BeritaNasional.com - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago berharap TNI-Polri bisa memulihkan kondisi pasca penembakan pesawat Smart Air PK-SNR di Bandara Perintis Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan. Koordinasi juga perlu dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan lanjutan yang dapat membahayakan masyarakat.

Djamari juga menyampaikan rasa prihatin yang mendalam serta belasungkawa dan simpati kepada keluarga korban.

“Diharapkan TNI dan Polri dapat segera memulihkan situasi keamanan di wilayah tersebut agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal,” kata Djamari saat Rapat Pimpinan (Rapim) Polri di Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Menko Polkam juga menyampaikan apresiasi atas langkah TNI-Polri yang telah dilakukan mencakup upaya evakuasi korban dan pemulihan kondisi keamanan setelah insiden penembakan. Sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam menjamin keselamatan warga serta menjaga stabilitas keamanan di wilayah rawan.

"Saya pada kesempatan ini mengucapkan terima kasih terhadap apa yang sudah dicapai sampai saat ini oleh kepolisian yang membawa bangsa ini ke arah yang lebih baik,” ucapnya. 

“Dan secara khusus saya menyampaikan terima kasih pada Kapolda Papua yang telah menyelesaikan masalah penembakan 2 pilot oleh Kelompok Bersenjata di Papua," sambung dia.

Sejak pertama kali menerima laporan terjadinya insiden tersebut, Djamari telah memberikan perhatian serius terhadap perkembangan situasi di lapangan. Langkah-langkah koordinatif diambil guna memastikan proses evakuasi berjalan aman, tertib, dan lancar. 

Lebih lanjut, Djamari menekankan pentingnya kerja sama antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan lembaga terkait dalam memperkuat pengamanan. Termasuk keamanan sarana dan prasarana, seperti bandara perintis yang memiliki peran strategis konektivitas dan distribusi logistik di daerah terpencil.

"Terima kasih atas kesigapannya, dan rakyat pun menyampaikan itu pada kita semua," ungkap Djamari.

Sebagai informasi, insiden penembakan ini telah terkonfirmasi dilakukan KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah terhadap Pesawat Smart Air yang baru mendarat di Bandara Perintis Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan pada Rabu (11/2/2026) pagi.

Atas insiden penembakan ini, turut memakan korban jiwa Kapten Egon Erawan dan Kapten Baskoro selaku Kopilot. Mereka ditemukan tewas di landasan bandara akibat luka tembak yang diderita sekira pukul 11.05 WIB. Sementara untuk 13 penumpang termasuk balita berhasil selamat dari penembakan tersebut. Setelah mereka seluruhnya menyelematkan diri ke dalam hutan di sekitar area bandara.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: