Studi The Fed: 90% Beban Tarif Trump Ditanggung Konsumen dan Perusahaan AS
BeritaNasional.com - Laporan terbaru dari Federal Reserve Bank of New York menunjukkan konsumen dan perusahaan Amerika Serikat menanggung hampir 90% beban tarif impor yang diberlakukan Presiden Donald Trump hingga akhir 2025. Temuan ini memperkuat sejumlah riset sebelumnya yang menyebut tarif pada akhirnya lebih banyak dibayar di dalam negeri, bukan oleh negara lain seperti yang kerap diklaim Trump.
Berdasarkan data hingga Agustus 2025, sekitar 94% tarif impor dibebankan kepada perusahaan dan konsumen AS. Angka tersebut turun menjadi 86% pada November, namun tetap menunjukkan sebagian besar beban berada di pihak domestik.
Para peneliti menyimpulkan bahwa perusahaan dan rumah tangga Amerika masih memikul porsi terbesar dari kebijakan tarif tinggi sepanjang 2025.
Laporan Tax Foundation pada 6 Februari mencatat tarif Trump setara dengan kenaikan pajak sekitar 1.000 dolar AS per rumah tangga pada 2025. Pada 2026, beban tambahan diperkirakan mencapai 1.300 dolar AS. Kebijakan ini disebut sebagai kenaikan pajak terbesar di AS sejak 1993.
Meski Trump berulang kali menyatakan bahwa tarif akan dibayar oleh negara asing, sejumlah studi ekonomi menunjukkan sebaliknya. Analisis National Bureau of Economic Research menyebut tarif berkontribusi sekitar 0,7 poin persentase terhadap inflasi AS hingga akhir 2025. Tanpa tarif, inflasi September diperkirakan bisa turun dari 3% menjadi 2,3%.
Dampaknya terlihat pada harga barang impor. Data inflasi Januari menunjukkan harga perlengkapan rumah tangga naik 3,8% dibanding tahun sebelumnya. Harga furnitur dan perlengkapan tempat tidur naik 4%, sementara peralatan makan meningkat 5%.
Secara teori, beban tarif bisa dibagi antara eksportir dan importir. Namun dalam praktiknya, banyak eksportir tidak memangkas harga secara signifikan. Dengan tingkat “pass-through” 94%, eksportir rata-rata hanya menurunkan harga 0,6% untuk setiap tarif 10%. Artinya, sebagian besar biaya tetap dibayar oleh pihak di AS.
Meski perusahaan mencoba mencari pemasok lebih murah atau menyerap sebagian biaya, riset NBER memperkirakan sekitar 20% dari total tarif pada akhirnya benar-benar diteruskan ke konsumen dalam bentuk harga yang lebih tinggi.
Temuan ini menegaskan bahwa tarif bukan sekadar instrumen perdagangan, melainkan kebijakan yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat dan stabilitas harga di dalam negeri.
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu







