Tarawih Perdana Masjid Agung Al Azhar Dipadati Jemaah, Diprediksi Capai 2.500 Orang

Oleh: Bachtiarudin Alam
Rabu, 18 Februari 2026 | 20:38 WIB
Suasana tarawih pertama di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan (18/2/2026). (BeritaNasional/Bachtiar)
Suasana tarawih pertama di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan (18/2/2026). (BeritaNasional/Bachtiar)

BeritaNasional.com - Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta Selatan telah dipadati jemaah yang hendak melangsungkan ibadah salat tarawih pada Rabu (18/2/2026) malam ini, menyusul masuknya 1 Ramadan 1447 Hijriah yang jatuh pada Kamis (19/2/2026) besok.

Berdasarkan pantauan Beritanasional.com di lokasi, para jemaah telah memadati aula utama masjid sejak waktu salat Isya. Banyak dari jamaah laki-laki dan perempuan hampir memenuhi seluruh baris shaf yang tersedia.

Bahkan, petugas keamanan Masjid Agung Al-Azhar segera bertindak untuk membuka ruang aula tambahan di bagian bawah masjid yang mulai terisi para jemaah. 

Ditemui sebelum ibadah salat tarawih, Kepala Kantor Masjid Agung Al-Azhar Tatang Komara menyampaikan, untuk hari pertama diprediksi sebanyak 2.500 jemaah turut hadir di Masjid Agung Al-Azhar. 

“Di hari pertama biasanya kami, apalagi cerah seperti ini, kami bisa prediksi sekitar 2.000 sampai 2.500 jamaah di sini masuk ke ruang utama. Kalaupun penuh di utama, kita punya cadangan di ruang aula yang kapasitasnya hampir sama dengan di atas,” jelasnya.

Nantinya, ibadah tarawih akan dipimpin Imam KH. Zahrudin Sulthani selaku Ketua YPI Al Azhar Bidang Dakwah & Sosial. Kemudian penceramah diisi Eks Menteri Keuangan (Menkeu) H. Fuad Bawazier sebagai Ketua Umum YPI Al Azhar.

Dengan banyaknya jemaah yang hadir, pengelola Masjid Agung Al-Azhar mengeluarkan enam imbauan yang perlu diperhatikan, antara lain:

  1. Menjaga barang bawaan pribadi seperti tas, dompet, ponsel, dan perlengkapan lainnya.
  2. Tidak meninggalkan barang berharga tanpa pengawasan.
  3. Menyimpan barang di tempat yang aman dan selalu dalam jangkauan.
  4. Mematuhi seluruh ketentuan dan tata tertib yang berlaku di lingkungan masjid.
  5. Menjaga ketertiban, kebersihan, serta kesucian area masjid.
  6. Mengikuti arahan petugas demi kelancaran dan keamanan bersama.

“Tetap kita mewaspadakan kekuatan sekuriti kita di sini, terus pelayanan dari lini-lini tertentu kita siapkan. Boleh dikatakan mungkin kita kalau untuk Ramadan 24 jam, karena memang jamaah kan silih berganti ya itu kita lakukan,” tuturnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: