Trump Dikritik Kembali Atas Pengunduran Diri AS dari Kesepakatan Nuklir Iran 2018

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 02 Maret 2026 | 19:07 WIB
Presiden AS Donald Trump dalam keterangan resminya di Truth Social. (BeritaNasional/Truth Social Trump)
Presiden AS Donald Trump dalam keterangan resminya di Truth Social. (BeritaNasional/Truth Social Trump)

BeritaNasional.com - Keputusan mantan Presiden Donald Trump membatalkan kesepakatan nuklir Iran pada 2018 kembali menjadi sorotan, menyusul serangan militer Israel dan Amerika Serikat baru-baru ini.

Kesepakatan tersebut, yang dikenal sebagai Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), awalnya dirundingkan dengan Iran pada masa pemerintahan Barack Obama pada 2015.

Saat itu, Gedung Putih memuji kesepakatan ini karena secara signifikan menunda kemampuan Iran untuk memproduksi material nuklir yang cukup untuk senjata nuklir, dari dua hingga tiga bulan menjadi satu tahun atau lebih.

Pada 2018, Trump mengumumkan penarikan AS dari kesepakatan tersebut, menyebutnya 'tidak memadai'. “Jelas bagi saya, kita tidak dapat mencegah bom nuklir Iran di bawah struktur perjanjian yang lapuk dan rusak saat ini,” kata Trump dalam pidato nasional pada 8 Mei 2018.

Upaya pemerintahan Presiden Joe Biden untuk menghidupkan kembali kesepakatan itu tidak membuahkan hasil. Mantan Menteri Luar Negeri Antony Blinken menuturkan bahwa Iran memilih untuk menambahkan isu-isu lain dalam proses negosiasi JCPOA, sehingga pembicaraan gagal.

Senator Tim Kaine dari Virginia mengkritik keputusan Trump itu, menyoroti implikasi serangan militer baru-baru ini.

“Apakah Presiden Trump tidak belajar apa pun dari campur tangan AS selama beberapa dekade di Iran dan perang berkepanjangan di Timur Tengah?” kata Kaine.

Ia menambahkan, “Apakah dia terlalu lalai untuk menyadari bahwa kita memiliki kesepakatan diplomatik dengan Iran yang menahan program nuklirnya, sebelum dia membatalkannya pada masa jabatannya yang pertama?”sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: