Stok BBM Hanya Bertahan 20 Hari, DPR Bakal Gelar Rapat dengan Bahlil

Oleh: Ahda Bayhaqi
Kamis, 05 Maret 2026 | 16:37 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia  (BeritaNasional/Setpres)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (BeritaNasional/Setpres)

BeritaNasional.com - Komisi XII DPR RI berencana memanggil Menteri ESDM Bahlil Lahadalia untuk membahas stok BBM yang hanya bertahan 20 hari sebagai dampak konflik serangan AS-Israel ke Iran. Rapat khusus membahas ketahanan energi ini akan digelar saat pembukaan masa persidangan.

"Tapi nanti setelah dimulai masa persidangan, pasti akan segera diagendakan untuk membahas masalah ketahanan BBM ini," ujar Pimpinan Komisi XII DPR RI, Putri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Putri mengatakan, Indonesia memang hanya memiliki kemampuan penyimpanan bahan bakar minyak 21-25 hari. Menteri ESDM Bahlil telah menyampaikan bahwa penyimpanan BBM itu akan diperbesar.

"Pak Menteri juga sudah menyampaikan bahwa arahan langsung dari Bapak Presiden itu storage kita nanti akan diperbesar. Memang sekarang storage kita itu hanya cukup untuk 21 sampai dengan 25 hari," ujarnya.

Putri mengatakan, akan dibangun penyimpanan yang lebih besar di Sumatera. Hal ini menjadi momentum swasembada energi agar Indonesia memiliki kecukupan energi.

Ketua Fraksi PAN DPR RI ini menilai standar internasional penyimpanan BBM adalah 60 hari. Putri berharap, Indonesia mampu membangun penyimpanan yang besar untuk menyesuaikan standar tersebut.

"Ya, kalau kita mengacu pada aturan internasional itu kan memang 60 hari. Nanti harapannya ke depan mudah-mudahan Indonesia bisa seperti itu," ujar Putri.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan, stok bahan bakar minyak (BBM) nasional masih cukup untuk 20 hari ke depan.

Hal ini diungkapkan Bahlil sebelum bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana, Jakarta, pada Senin (2/3/2026) kemarin.

"Masih cukup, 20 hari," kata Bahlil kepada wartawan, dikutip Selasa (3/3/2026).

Meski demikian, Bahlil memastikan hal tersebut tak berpengaruh terhadap subsidi yang diberikan meskipun harga minyak dunia bergerak dinamis.

"Sampai hari ini gak ada masalah, tapi kan harga dunia pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik yang terus memanas di Timur Tengah," ujar Bahlil.
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: