Kemlu Bentuk Tim Respons Krisis untuk Pantau Keamanan WNI di Timur Tengah

Oleh: Lydia Fransisca
Sabtu, 07 Maret 2026 | 16:00 WIB
Ilustrasi perang Iran vs AS-Israel (Foto/Pixabay)
Ilustrasi perang Iran vs AS-Israel (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) membentuk tim respons krisis untuk memantau situasi keamanan dan memperkuat perlindungan bagi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan Timur Tengah.

Hal ini dilakukan karena meningkatnya tensi geopolitik di wilayah tersebut imbas konflik Iran dan Amerika Serikat-Israel. 

Plt Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah mengatakan, tim tersebut akan memantau perkembangan konflik secara intensif agar pemerintah dapat bergerak cepat jika kondisi keamanan memburuk.

"Kami membentuk crisis response team dan meningkatkan komunikasi intensif setiap harinya antara Kemlu Pusat dengan perwakilan-perwakilan terdampak di kawasan untuk mendapatkan update kondisi real situasi keamanan di lapangan dan kondisi serta keberadaan para WNI," kata Heni, Sabtu (7/3/2026).

Selain membentuk tim, Kemlu juga memperkuat koordinasi dengan perwakilan RI di kawasan terdampak. 

Perwakilan tersebut terus menjalin komunikasi dengan komunitas WNI serta menyampaikan laporan perkembangan situasi secara berkala kepada kantor pusat di Jakarta.

Kemlu juga memperbarui data jumlah dan sebaran WNI serta menyiapkan rencana kontinjensi, termasuk asesmen berbagai opsi evakuasi apabila situasi keamanan memburuk.

Di sisi lain, Heni mengimbau WNI di wilayah terdampak untuk terus memantau informasi resmi dari otoritas setempat maupun perwakilan RI.

"Kita tidak henti-hentinya menyampaikan imbauan kewaspadaan kepada para WNI di wilayah akreditasi di masing-masing perwakilan untuk memantau informasi resmi dari otoritas tempat dan perwakilan RI, dan menjaga komunikasi intensif dengan perwakilan RI terkait atau terdekat," ujar Heni.

Kemlu juga memantau operasional bandara internasional dan ketersediaan penerbangan setiap hari untuk mengantisipasi kemungkinan WNI terdampar akibat pembatasan atau penutupan ruang udara.

"Untuk para WNI stranded ini, sambil menunggu penerbangan yang akan membawa para WNI, mereka mendapatkan akomodasi dan penginapan serta konsumsi dan pengaturan jadwal penerbangan lanjutan yang dikomunikasikan oleh perwakilan RI dan otoritas tempat," tandasnya.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: