Puncak Arus Mudik Gelombang Pertama Diperkirakan 14-15 Maret
BeritaNasional.com - Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya memprediksi puncak arus mudik Lebaran 2026 gelombang pertama bakal dimulai pada Sabtu (14/3/2026) dan Minggu (15/3/2026) pekan ini.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin menyampaikan, dengan dimulainya puncak arus mudik, pihaknya akan memantau pola pergerakan mobilitas masyarakat yang masih tentatif.
"Sabtu dan Minggu puncak arus mudik pertama. Nah, kita lihat apakah ini memang betul menjadi puncak, atau mundurkah hari Senin, atau mundurkah hari Selasa. Itu kan artinya kita masih melihat situasi ataupun pola pergerakan masyarakat," kata Komarudin kepada wartawan, dikutip Sabtu (14/3/2026).
Menurutnya, berdasarkan pengecekan dan pemantauan sementara petugas di lapangan, untuk saat ini memang telah ada peningkatan arus lalu lintas di berbagai wilayah hukum Polda Metro Jaya.
"Pantauan secara umum, aktivitas malam hari ini cukup ramai, aktivitas masyarakat di berbagai wilayah, termasuk kita juga melaksanakan kegiatan pada malam hari ini," kata dia.
Oleh sebab itu, Komarudin menyatakan pihaknya sudah siap kapan pun puncak arus mudik terjadi. Berbagai skema pengaturan lalu lintas telah disiapkan untuk mengatasi kepadatan arus kendaraan.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengingatkan kepada seluruh personel gabungan bahwa berdasarkan hasil rapat koordinasi lintas sektoral diprediksi puncak arus mudik dan arus balik akan terjadi dalam dua gelombang.
“Di mana puncak arus mudik diprediksi terjadi pada tanggal 14 sampai dengan 15 Maret 2026 dan 18 sampai dengan 19 Maret 2026. Sementara itu, puncak arus balik diprediksi terjadi pada tanggal 24 sampai dengan 25 Maret 2026 dan 28 sampai dengan 29 Maret 2026,” jelas Sigit.
Selain waktu puncak arus mudik dan balik, seluruh personel juga diminta untuk mempersiapkan potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 yang mencapai 143,9 juta orang. Meski turun 1,75 persen atau 2,5 juta orang dibanding tahun 2025 yang mencapai 146,4 juta orang, hal tersebut tetap harus diantisipasi.
“Meskipun demikian, kita tetap perlu mengantisipasi apabila terjadi peningkatan dalam realisasi pergerakannya. Terlebih lagi terdapat stimulus kebijakan pemerintah yang memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi masyarakat untuk melaksanakan mudik,” ujarnya.
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 21 jam yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu







