25 Perusahaan FDI Beroperasi di Brunei Darussalam, Serap Ribuan Tenaga Kerja Lokal

Oleh: Tim Redaksi
Minggu, 15 Maret 2026 | 17:13 WIB
Ilustrasi gedung pencakar langit. (Foto/Freepik)
Ilustrasi gedung pencakar langit. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Upaya Brunei Darussalam dalam menarik minat investor mancanegara mulai membuahkan hasil nyata bagi perekonomian nasional. 

Sebanyak 25 perusahaan investasi asing langsung (foreign direct investment/FDI) dilaporkan telah resmi memulai operasional mereka di negara tersebut.

Menteri Keuangan dan Ekonomi Kedua Mohd Amin Liew Abdullah mengungkapkan bahwa kehadiran perusahaan-perusahaan asing ini telah menciptakan sekitar 4.000 peluang kerja baru. Menariknya, penyerapan tenaga kerja lokal tergolong cukup tinggi.

"Hampir 48 persen dari total posisi yang tersedia kini telah diisi oleh warga Brunei," ujar Mohd Amin Liew dalam rapat Dewan Legislatif pada Sabtu (14/3/2026). 

Ia menekankan FDI memainkan peran krusial dalam mendukung stabilitas ekonomi dan penyediaan lapangan kerja bagi masyarakat.

Pemerintah Brunei tidak berhenti sampai di situ. Mohd Amin Liew menambahkan bahwa saat ini terdapat 18 proyek FDI tambahan yang sedang memasuki fase implementasi. 

Belasan proyek tersebut diproyeksikan mulai beroperasi secara penuh dalam rentang waktu tahun 2026 hingga 2029.

Langkah ekspansi ini diperkirakan akan kembali membuka sekitar 3.000 peluang kerja baru bagi masyarakat Brunei di masa mendatang.

Proyek-proyek investasi ini menyasar sejumlah sektor strategis yang menjadi tulang punggung ekonomi masa depan Brunei, antara lain industri hilir minyak dan gas, sektor pangan dan pariwisata, jasa bisnis, serta teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Menuju Visi Brunei 2035

Pendekatan yang dilakukan pemerintah melalui penguatan FDI ini diklaim sebagai strategi jitu untuk membangun fondasi ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.

"Strategi ini tidak hanya memperkuat daya saing ekonomi kita di tingkat global, tetapi juga sejalan dengan aspirasi besar Visi Brunei 2035 untuk menciptakan ekonomi yang dinamis dan berdaya tahan," tandasnya.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: