Ketegangan Timur Tengah Memanas, Iran Tegaskan Selat Hormuz Hanya Tertutup bagi Musuh

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 17 Maret 2026 | 02:00 WIB
Lokasi selat hormuz. (Foto/doc. UKMTO)
Lokasi selat hormuz. (Foto/doc. UKMTO)

BeritaNasional.com - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menegaskan bahwa Selat Hormuz tetap terbuka, namun tidak bagi pihak yang dianggap sebagai musuh. Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi seperti dilaporkan kantor berita semi-resmi Iran, Iranian Students' News Agency (ISNA).

Araghchi juga menegaskan bahwa pemerintah Iran tidak mengirimkan pesan ataupun meminta gencatan senjata terkait konflik yang sedang berlangsung.

"Kami tidak mengirimkan pesan apa pun dan tidak meminta gencatan senjata," kata Araghchi dalam sebuah pernyataan.

"Perang ini harus berakhir sedemikian rupa sehingga musuh tidak akan lagi berpikir untuk menyerang Iran dan serangan semacam itu tidak akan terulang."

Sementara itu, pemerintahan Donald Trump disebut masih mempertimbangkan apakah kunjungan Trump ke China yang dijadwalkan pada akhir bulan ini akan tetap berlangsung sesuai rencana. Meski demikian, pihak pemerintah menegaskan bahwa kemungkinan penundaan kunjungan tersebut tidak berkaitan dengan upaya menekan Beijing untuk membantu membuka blokade Selat Hormuz.

Menteri Keuangan Scott Bessent mengatakan bahwa kepastian mengenai jadwal kunjungan tersebut masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

"Kita akan lihat apakah kunjungan itu berlangsung sesuai jadwal," kata Bessent. "Tetapi yang ingin saya klarifikasi, dan ada narasi yang salah di luar sana bahwa jika pertemuan ditunda, itu bukan karena Presiden menuntut agar China mengawasi Selat Hormuz."

Pernyataan Bessent tersebut merujuk pada laporan media Financial Times yang menyebut Trump dalam sebuah wawancara menginginkan China membantu membuka kembali Selat Hormuz sebelum rencana penyelenggaraan pertemuan puncak. Dalam laporan itu, Trump juga menyebut bahwa “kita mungkin akan menunda” pertemuan tersebut, meski tidak menjelaskan berapa lama kemungkinan penundaannya.

Dalam wawancara dengan CNBC, Bessent menegaskan bahwa apabila perjalanan Trump dijadwalkan ulang, hal itu semata-mata disebabkan oleh faktor teknis.

"itu akan dijadwal ulang karena masalah logistik."

Di sisi lain, sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan kepada wartawan bahwa kunjungan tersebut memang berpotensi ditunda. Ia menambahkan bahwa pemerintah akan segera mengumumkan jadwal baru jika sudah ada kepastian.

“Segera setelah kami mendapat informasi terbaru, kami akan memberikan tanggal barunya.”

Leavitt juga menegaskan bahwa prioritas utama Trump saat ini adalah “untuk memastikan keberhasilan berkelanjutan” operasi yang berkaitan dengan Iran.

Sumber: NBC Newssinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: