Ancaman Penutupan Hormuz, Harga Minyak Dunia Langsung Meroket

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 23 Maret 2026 | 11:00 WIB
Ilustrasi cadangan minyak dunia. (Foto/Freepik)
Ilustrasi cadangan minyak dunia. (Foto/Freepik)

BeritaNasional.com - Harga minyak dunia melonjak pada perdagangan Minggu setelah Iran mengancam akan menutup Selat Hormuz tanpa batas waktu sebagai respons atas ultimatum Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait pembukaan kembali jalur distribusi minyak tersebut.

Dikutip dari CNN.com, Senin (23/3/2026) minyak mentah Brent sebagai patokan global tercatat naik 1,69 persen menjadi sekitar 114,09 dolar AS per barel saat pembukaan perdagangan. Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat juga menguat 2 persen ke level 100,29 dolar AS per barel. Bank investasi Goldman Sachs sebelumnya memperkirakan harga tinggi ini berpotensi bertahan hingga 2027.

Ketegangan meningkat setelah Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan “menghancurkan” pembangkit listrik Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali hingga Senin malam. Menanggapi hal tersebut, Iran menegaskan akan menutup sepenuhnya selat tersebut dan tidak akan membukanya kembali sampai seluruh infrastruktur yang hancur dibangun ulang.

Selain itu, Iran juga mengancam akan menargetkan infrastruktur energi dan komunikasi milik Amerika Serikat dan Israel di kawasan tersebut. Konflik yang telah memasuki pekan keempat ini berdampak signifikan terhadap pasokan energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur pengiriman minyak tersibuk di dunia.

Lonjakan harga minyak turut berdampak pada kenaikan harga bahan bakar di Amerika Serikat. Rata-rata harga bensin mencapai 3,94 dolar AS per galon pada Minggu, naik hampir satu dolar sejak awal konflik. Bahkan, harga tersebut diperkirakan bisa menembus 4 dolar AS per galon dalam waktu dekat.

Kepala analisis perminyakan GasBuddy, Patrick De Haan, menyebut pemulihan harga energi akan berlangsung lambat meski konflik berakhir. “Prosesnya akan berjalan sangat lambat selama ini terus berlanjut, karena dibutuhkan waktu lebih lama bagi pasar global untuk pulih,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa masyarakat Amerika kemungkinan akan menerima kenaikan harga sementara jika hal tersebut dapat membawa stabilitas jangka panjang di Timur Tengah.

Di sisi lain, pasar keuangan turut tertekan. Kontrak berjangka indeks saham utama di AS melemah pada awal perdagangan, dengan kontrak berjangka Dow Jones turun 0,6 persen, diikuti S&P 500 yang turun 0,6 persen dan Nasdaq yang melemah 0,8 persen.

Sumber: CNN.comsinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: