Irak Tolak Seruan AS Bergabung dalam Operasi Militer di Selat Hormuz

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Selasa, 24 Maret 2026 | 10:00 WIB
Operasi militer di Selat Hormuz. (Foto/doc. UKMTO)
Operasi militer di Selat Hormuz. (Foto/doc. UKMTO)

BeritaNasional.com - Perdana Menteri Irak Mohammed Shia al-Sudani mengatakan bahwa operasi militer di Selat Hormuz tidak akan membantu pelayaran dan akan memprovokasi reaksi dari Iran. Ia mengatakan, Irak tidak akan berpartisipasi di dalamnya.

Eskalasi seputar Iran telah menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, jalur utama untuk pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, dan juga telah memengaruhi tingkat ekspor dan produksi minyak di kawasan tersebut.

Presiden AS Donald Trump telah menyerukan sejumlah negara untuk mengirim kapal ke selat tersebut.

"Kami tidak percaya pada solusi militer. Perlindungan bersenjata terhadap kapal akan memprovokasi reaksi dari Iran dan tidak akan berkontribusi pada pelayaran. Oleh karena itu, kami tidak akan berpartisipasi dalam aksi militer apa pun di Teluk Persia," kata al-Sudani kepada surat kabar Italia, Corriere della Sera.

Sebelumnya sejumlah negara seperti Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda mengumumkan kesiapan mereka untuk berkontribusi pada upaya yang tepat untuk memastikan jalur aman melalui" Selat Hormuz. Beberapa negara lain kemudian ikut bergabung dalam pernyataan tersebut.

Sumber: Antara
 sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: