Putin Sebut Eskalasi Konflik Timur Tengah Sulit Diprediksi
BeritaNasional.com - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan eskalasi konflik yang terus membara di Timur Tengah saat ini sangat sulit untuk diprediksi.
Pernyataan ini disampaikan Putin saat bertemu dengan sejumlah tokoh bisnis di Moskow pada Kamis (26/3/2026). Ia menekankan ketidakpastian situasi membuat penilaian terhadap perkembangan masa depan menjadi sangat rumit.
"Bahkan bagi mereka yang terlibat langsung pun sulit membuat prakiraan yang andal, apalagi bagi kami (Rusia) untuk menilai apa yang akan terjadi ke depan," ujar Putin yang dikutip dari Xinhua News.
Kawasan Timur Tengah berada dalam titik didih sejak akhir Februari lalu. Puncak ketegangan bermula pada 28 Februari, saat Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan gabungan ke Teheran dan beberapa kota besar di Iran. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, serta sejumlah komandan militer senior.
Iran segera membalas dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan pesawat tak berawak (drone) ke berbagai pangkalan serta aset milik Israel dan AS di kawasan tersebut.
Tak hanya itu, Teheran juga memperketat kendali di Selat Hormuz, jalur perdagangan vital dunia, dengan melarang kapal-kapal yang terafiliasi dengan AS dan Israel melintas.
Di tengah desing peluru dan rudal, upaya diplomasi "pintu belakang" dikabarkan sedang diupayakan.
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Pakistan, Mohammad Ishaq Dar, mengungkapkan bahwa Pakistan tengah menjadi jembatan pesan untuk "pembicaraan tidak langsung" antara pihak AS dan Iran.
Namun, di lapangan, perdamaian tampaknya masih jauh dari kenyataan. Pada Kamis pagi, militer Israel mengklaim telah menuntaskan gelombang serangan skala besar di Isfahan, wilayah tengah Iran.
Hanya berselang beberapa jam, Iran membalasnya dengan meluncurkan kembali rentetan rudal ke arah Israel.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu






