Fadli Zon Bolehkan Kritik Pemerintah, Tapi Bukan Provokasi

Oleh: Tim Redaksi
Rabu, 08 April 2026 | 21:11 WIB
Menteri Kebudayaan Fadli Zon. (Foto/Kementerian Kebudayaan)
Menteri Kebudayaan Fadli Zon. (Foto/Kementerian Kebudayaan)

BeritaNasional.com - Menanggapi hebohnya pernyataan pendiri lembaga riset Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saiful Mujani terkait "menjatuhkan Prabowo", Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengingatkan kepada para pihak agar tidak ada provokasi pada publik untuk menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto secara inkonstitusional. Menurutnya, apa yang disampaikan bukan ciri-ciri seorang intelektual. 

"Itu menurut saya, bukan ciri-ciri intelektual," kata Fadli Zon di Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Fadli Zon mengatakan, terkadang ada orang yang mengaku demokratis, namun tidak mengerti arti demokrasi. Menurutnya, ajakan provokasi kepada publik untuk melakukan tindakan tidak konstitusional tersebut merupakan budaya yang tidak baik.

Menurut Menteri Kebudayaan ini, menyampaikan kritik boleh saja dilakukan dan bahkan bagus. Namun, kritik itu harus ada dasarnya dan harus dipertanggungjawabkan, apalagi jika yang berbicara adalah seorang intelektual.

Apalagi, kata Fadli, Presiden Prabowo adalah seorang yang mengerti arti demokrasi. Prabowo setelah selesai dari dinas militer, kemudian memasuki dunia sipil hingga mendirikan partai politik.

Prabowo pun ikut pemilihan presiden hingga empat kali, hingga akhirnya menang. Pada Pemilu 2019, pasangan Prabowo Subianto - Gibran Rakabuming Raka memperoleh suara 58 persen atau 96 juta lebih suara.

"Itu artinya apa? Pak Prabowo tidak pernah menyerah pada demokrasi. Tidak pernah menyerah pada jalan demokrasi. Kalau dulu, orang ingin mendapatkan mandat, kekuasaan, itu dengan perang," ujarnya.

Oleh karena itu, Fadli mengingatkan, jika ada pihak yang mengatakan Prabowo otoriter maka itu adalah ahistoris atau berlawanan dengan sejarah.

"Prabowo itu sudah memilih jalan demokrasi dari dulu," tandasnya.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: