Pakistan Siap Gelar Pertemuan AS-Iran Besok di Tengah Ketegangan Timur Tengah
BeritaNasional.com - Pemerintah Pakistan meningkatkan keamanan dan logistik menjelang kedatangan delegasi dari Amerika Serikat (AS) dan Iran di IbuKota Islamabad. Pertemuan ini bertujuan meredakan ketegangan di Timur Tengah pasca pengumuman gencatan senjata dua pekan lalu.
Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi menyatakan pihaknya telah menyiapkan rencana untuk menjamin keamanan seluruh delegasi asing yang hadir. Ia memastikan pengamanan akan dilakukan secara maksimal selama rangkaian pertemuan berlangsung.
Pembicaraan ini diperkirakan mempertemukan pejabat tinggi dari kedua negara sebagai bagian dari upaya diplomatik guna mencapai solusi jangka panjang setelah eskalasi konflik dalam beberapa pekan terakhir.
Media Iran melaporkan bahwa Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, akan memimpin delegasi Teheran dan bertemu dengan Wakil Presiden AS JD Vance.
Sementara itu, pihak Gedung Putih mengonfirmasi bahwa delegasi Amerika juga akan diisi oleh utusan senior, yakni Steve Witkoff dan Jared Kushner. Putaran pertama negosiasi dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (11/4/2026) waktu setempat.
Sejumlah analis menilai perundingan ini membawa optimisme yang masih bersifat hati-hati. Mereka menilai kedua negara sama-sama mengalami kerugian militer, politik, dan ekonomi yang signifikan sehingga mendorong kebutuhan untuk mencari jalan damai melalui jalur diplomasi.
Menjelang pertemuan tersebut, otoritas di Islamabad memberlakukan pengamanan ketat. Hari libur lokal ditetapkan di Islamabad dan kota kembar Rawalpindi guna mendukung kelancaran persiapan.
Aparat kepolisian, pasukan paramiliter, dan lembaga keamanan lainnya dikerahkan dengan protokol pengamanan VVIP. Jalur khusus juga disiapkan untuk mobilitas para delegasi.
Kepolisian Islamabad turut mengeluarkan imbauan terkait pengalihan arus lalu lintas di jalan utama, sementara layanan darurat dan rumah sakit disiagakan.
Hotel Serena Islamabad disebut telah dipesan khusus untuk menampung para delegasi, dan sejumlah akses masuk ke ibu kota akan ditutup sementara selama kunjungan berlangsung.
Meski gencatan senjata telah diumumkan, sejumlah isu krusial diperkirakan akan mendominasi perundingan. Salah satunya adalah masa depan Selat Hormuz, jalur vital bagi distribusi minyak dan gas dunia.
Selain itu, pencabutan sanksi terhadap Iran menjadi agenda utama. Teheran mendorong penghapusan sanksi yang selama ini membatasi perekonomian dan akses ke sistem keuangan global.
Di sisi lain, perbedaan pandangan terkait program pengayaan uranium juga masih menjadi ganjalan, di mana Iran bersikeras mempertahankannya untuk tujuan energi sipil, sementara Washington menginginkan pembatasan ketat.
Dalam upaya mempertemukan kedua pihak, Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif bersama Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Mohammad Ishaq Dar aktif melakukan komunikasi dengan para pemimpin regional serta menjaga jalur diplomatik dengan Teheran dan Washington.
Sumber: Xinhua News
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu







