Momen Bahlil ke Rusia Jalankan Misi Diplomasi Energi, Bahas Pasokan Minyak dan LPG

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 16 April 2026 | 04:31 WIB
Momen Bahlil ke Rusia Jalankan Misi Diplomasi Energi. (Foto/Kementerian ESDM).
Momen Bahlil ke Rusia Jalankan Misi Diplomasi Energi. (Foto/Kementerian ESDM).

BeritaNasional.com - Pemerintah Indonesia mengintensifkan langkah diplomasi energi ke Rusia sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian pasokan global.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, turut mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam misi strategis tersebut. Upaya ini tidak hanya bersifat bilateral, tetapi juga diarahkan untuk memastikan stabilitas pasokan energi dalam negeri.

Pertemuan lanjutan dilakukan pada Selasa (14/4/2026) di Moskow, ketika Bahlil bertatap muka langsung dengan Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev. Agenda tersebut merupakan tindak lanjut dari pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo dan Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Kremlin sehari sebelumnya.

Dalam pertemuan itu, kedua pihak membahas peluang kerja sama konkret di sektor energi, termasuk pasokan minyak mentah (crude), Liquefied Petroleum Gas (LPG), investasi, serta pengembangan infrastruktur seperti kilang dan fasilitas penyimpanan energi. Sejumlah perusahaan energi Rusia, seperti Rosneft, Lukoil, Ruschem, dan Zarubezhneft, turut hadir dalam pembahasan tersebut.

"Hari ini saya baru selesai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Energi Rusia dalam rangka menindaklanjuti kesepakatan pembicaraan antara Presiden Prabowo dengan Presiden Putin. Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik dimana kita bisa mendapatkan cadangan crude kita untuk kita nambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG," kata Bahlil dikutip dari keterangannya, Kamis (15/4/2026).

Menurutnya, kerja sama tersebut dijajaki melalui skema antarpemerintah (government to government/G2G) maupun antar pelaku usaha (business to business/B2B), guna memastikan ketersediaan cadangan energi nasional, khususnya minyak mentah dan LPG.

Selain itu, Indonesia juga membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan Rusia, termasuk dalam pengembangan fasilitas penyimpanan, pasokan energi jangka panjang, penjajakan energi nuklir, hingga kerja sama di sektor mineral.

"Kita ingin semua ini betul-betul memberi kepastian bagi ketahanan energi nasional," tegasnya.

Bahlil menilai hasil pertemuan tersebut memberikan sinyal positif bagi penguatan ketahanan energi Indonesia di tengah dinamika global yang tidak menentu.

"Sekali lagi saya merasa senang hari ini karena atas arahan Bapak Presiden Prabowo untuk menindaklanjuti secara tuntas. Dan alhamdulillah sekali lagi saya katakan bahwa insyaallah bisa kita mendapatkan yang baik," jelas Bahlil.

Di sisi lain, Rusia menyatakan kesiapan untuk menjadi mitra strategis Indonesia dalam sektor energi. Menteri Energi Rusia, Sergey Tsivilev, menegaskan komitmen negaranya untuk mendukung kebutuhan energi Indonesia.

"Sebagai mitra strategis, kami siap berkolaborasi terutama dalam penyediaan minyak dan gas, penyimpanan, maupun kelistrikan dalam hal ini pembangkit listrik tenaga nuklir", jelas Sergey Tsivilev.

Di tengah volatilitas pasar energi global yang dipengaruhi faktor geopolitik dan fluktuasi produksi, pemerintah Indonesia terus mencari sumber pasokan alternatif. Rusia dinilai memiliki posisi strategis sebagai pemasok energi potensial sekaligus mitra jangka panjang dalam mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Langkah diplomasi ini sekaligus menegaskan komitmen Indonesia untuk tetap aktif dan konstruktif di panggung global, dengan tetap mengedepankan kepentingan nasional.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: