Musrenbang 2027 Dibuka, Pemprov DKI Siapkan Strategi Hadapi Tekanan Global

Oleh: Tim Redaksi
Kamis, 16 April 2026 | 14:31 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat membuka Musrenbang 2027. (Foto/Pemprov DKI)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat membuka Musrenbang 2027. (Foto/Pemprov DKI)

BeritaNasional.com - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun 2027 di Balai Agung, Balai Kota, Kamis (16/4/2026).

Dalam arahannya, Pramono menegaskan komitmen Jakarta untuk bertransformasi menjadi kota global, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi di tengah tantangan geopolitik dan perubahan iklim. Ia menyampaikan bahwa perencanaan pembangunan tahun 2027 harus selaras dengan visi pemerintah pusat, terutama dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen hingga 2029.

"Pemerintah DKI Jakarta harus mempersiapkan itu untuk bisa mencapai arahan Bapak Presiden. Walaupun dalam kondisi sekarang ini tentunya tidak gampang, pasti akan struggling, akan berat sekali," ujar Pramono, Kamis (16/4/2026)

Ia juga menyoroti tekanan besar yang dihadapi Jakarta saat ini, yakni konflik geopolitik global yang berdampak pada rantai pasok dan harga BBM, serta fenomena El Nino yang diprediksi melanda pada April hingga September mendatang.

"Artinya bahwa dua tekanan ini cepat atau lambat pasti akan mempengaruhi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," kata dia.

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta telah menggelar rapat untuk mengantisipasi potensi dampak dari dua tekanan tersebut, mengingat kontribusi Jakarta terhadap GDP nasional mencapai 16,61 persen. Pramono berharap melalui Musrenbang ini pertumbuhan ekonomi tetap terjaga dengan baik, serta perencanaan pembangunan 2027 dapat berkesinambungan dengan target pemerintah pusat.

Ia menyebut terdapat tujuh prioritas pembangunan Jakarta, yakni peningkatan kualitas SDM, penguatan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, penguatan tata kelola pemerintahan, pembangunan infrastruktur yang lebih terarah, penciptaan ekosistem kota berkelanjutan, serta mobilitas dan konektivitas berbasis transit.

"Bagaimanapun problem utama di Jakarta ini adalah transportasi," tambahnya.

Pramono juga meminta setiap wilayah menyusun pembangunan dengan pendekatan tematik yang menonjolkan keunggulan masing-masing daerah.

Lebih lanjut, ia memaparkan sejumlah capaian indikator makro Jakarta sepanjang 2025. Pertumbuhan ekonomi tercatat mencapai 5,21 persen atau di atas rata-rata nasional, sementara inflasi dinilai tetap terjaga.

"Dua hal inilah yang kemudian dalam perencanaan di Musrenbang ini menjadi atensi kita supaya ini kita jaga bersama-sama, pertumbuhan ekonominya harus terjaga, inflasinya harus terjaga," tegasnya.

Selain itu, realisasi investasi juga tergolong tinggi, mencapai sekitar Rp270 triliun, disertai penurunan angka pengangguran dan kemiskinan. Meski demikian, Pramono menyoroti gini ratio yang masih berada di angka 0,41 sebagai indikator ketimpangan.

Untuk mengatasinya, ia menginstruksikan agar program bantuan sosial di sektor pendidikan dan kesehatan seperti KJP, KJMU, serta pemutihan ijazah tetap dipertahankan.

"Juga hal berkaitan dengan insentif ataupun bansos kita di kesehatan. Saya minta yang ini tidak diganggu, tidak dirubah. Karena untuk memotong garis ketidakberuntungan atau kemiskinan," ujarnya.

Pramono menambahkan, transformasi Jakarta menuju kota global mulai menunjukkan hasil positif. Saat ini, Jakarta menempati peringkat ke-17 dunia untuk infrastruktur transportasi dan dinobatkan sebagai kota teraman kedua di ASEAN setelah Singapura.

Daya tarik Jakarta juga mengalami pergeseran dari kota bisnis menjadi kota wisata belanja. Hal ini tercermin dari transaksi ekonomi yang mencapai Rp15,25 triliun saat Natal serta menembus Rp67,52 triliun pada periode Ramadan dan Idulfitri.

Menurutnya, capaian tersebut tidak lepas dari meningkatnya kepercayaan pelaku usaha terhadap Pemprov DKI Jakarta serta kebijakan insentif pajak yang diberikan.

Dalam forum Musrenbang ini, Pramono berpesan agar program belanja daerah disusun secara lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran demi keberlanjutan pembangunan. Ia juga mendorong penggunaan program inovatif dan skema pembiayaan kreatif untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi Jakarta.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi DKI Jakarta, Atikah Nur Rahmania, menyampaikan bahwa Musrenbang tahun ini menampung lebih dari 61.174 usulan aspirasi masyarakat yang berasal dari berbagai jalur, termasuk hasil Musrenbang sebelumnya, usulan langsung, dan reses DPRD.

Atikah berharap forum ini dapat menjadi wadah penyerapan aspirasi masyarakat dalam menyusun perencanaan pembangunan yang lebih baik.

"Melalui forum ini diharapkan seluruh masukan, aspirasi, dan kesepakatan yang dihasilkan dapat memperkuat kualitas perencanaan pembangunan daerah yang dapat menjawab tantangan pembangunan ke depan secara lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan," tandasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: