Pemerintah Pastikan Stok Plastik Aman di Tengah Gejolak Global

Oleh: Lydia Fransisca
Jumat, 17 April 2026 | 16:16 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (BeritaNasional/Kemenperin)
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (BeritaNasional/Kemenperin)

BeritaNasional.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengumpulkan pelaku industri plastik untuk membahas dampak dinamika geopolitik global, termasuk situasi di Selat Hormuz, terhadap pasokan bahan baku petrokimia dan industri plastik nasional. 

Dari pertemuan tersebut, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita memastikan bahwa stok plastik nasional dalam kondisi aman.

“Kami mendapatkan jaminan dari industri bahwa stok plastik seharusnya tidak ada masalah. Saya garis bawahi kata seharusnya, karena pemerintah tetap akan terus memantau perkembangan situasi global secara cermat yang berdampak terhadap produksi dan stok subsektor ini,” kata Agus dikutip dari keterangan resminya, Jumat (17/4/2026).

Menurut Agus, pelaku industri juga menyatakan komitmen menjaga kesinambungan suplai plastik, terutama bagi industri kecil agar produk mereka tetap kompetitif di pasar. Sebab, gejolak geopolitik di Selat Hormuz telah memicu distorsi harga plastik di dalam negeri. 

Penyesuaian harga terjadi akibat kenaikan biaya logistik, freight pelabuhan, surcharge premium, hingga terganggunya pengiriman bahan baku impor.

“Waktu pengiriman yang sebelumnya rata-rata sekitar 15 hari, saat ini dapat meningkat hingga 50 hari. Kondisi ini tentu berdampak pada peningkatan beban biaya produksi” jelas Agus.

Agus menilai, kondisi global saat ini menjadi pelajaran penting untuk memperkuat industri petrokimia nasional agar tidak bergantung pada bahan baku impor.

“Peristiwa ini semakin menegaskan pentingnya membangun industri petrokimia nasional yang kuat dan mandiri, agar ketergantungan terhadap bahan baku impor dapat terus dikurangi,” ucap Agus.

Pemerintah juga membuka peluang penggunaan bahan baku substitusi dari sumber domestik seperti crude palm oil (CPO) sebagai bagian dari diversifikasi bahan baku industri petrokimia.

“Kemenperin akan terus hadir bersama pelaku industri dalam menjaga ketahanan sektor manufaktur nasional menghadapi dinamika global,” tandasnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: