KPK Panggil 55 Saksi Terkait Dugaan Korupsi Fadia Arafiq

Oleh: Panji Septo R
Kamis, 23 April 2026 | 14:44 WIB
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, usai menjalani pemeriksaan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/3/2026).(Beritanasional.com/ho/Oke Atmaja)
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan, usai menjalani pemeriksaan, di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (4/3/2026).(Beritanasional.com/ho/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil 55 saksi terkait dugaan benturan kepentingan dalam pengadaan jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pekalongan yang turut menyeret nama Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pemeriksaan para saksi tersebut merupakan bagian dari proses penyidikan perkara dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di Pemkab Pekalongan.

“Hari ini KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi dugaan korupsi benturan kepentingan dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Pekalongan,” kata Budi dalam keterangan tertulis, Kamis (23/4/2026).

Pemeriksaan dilakukan di Polres Pekalongan Kota.

Daftar Saksi yang Dipanggil KPK

Berikut nama-nama saksi yang dipanggil dalam perkara tersebut:

  • Muhammad Nur Rohman – outsourcing Dishub
  • Fadli Akbar Ashfahan – outsourcing Dishub
  • Yuda Rahmawan – outsourcing Dishub
  • Ario Sejati – outsourcing Dishub
  • Adhitya Prameswara – outsourcing Dishub
  • Weni Ayu Puspitasari – outsourcing Satpol PP
  • Eka Sabila Rusyida – outsourcing Dikbud
  • M. Iqbal – outsourcing Dikbud
  • M. Nabil – outsourcing Dikbud
  • Dewi Nita – outsourcing Dikbud
  • Risaidin – outsourcing Dikbud
  • Khoiru Dzikri – outsourcing Dikbud
  • Mariana Agus – outsourcing Dikbud
  • Dika Berlianto – outsourcing Dikbud
  • Muhammad Syahril Khoiri – outsourcing Satpol PP
  • Roni – outsourcing Satpol PP
  • Ahmad Chojin – outsourcing Satpol PP
  • Ilham Nurhayat – outsourcing Satpol PP
  • Faizal Rahma Perdana – outsourcing Satpol PP
  • Muhammad Arifin – outsourcing Satpol PP
  • Iqbal Saputro – outsourcing Satpol PP
  • Alvin Setiawan – outsourcing Satpol PP
  • Bahtiar – outsourcing Kominfo
  • Supratman – outsourcing Porapar
  • Septian Adi Nugroho – outsourcing Porapar
  • Ari Firman – outsourcing Koperasi
  • Teguh Priyatno – outsourcing DPMPTSP
  • Tegar Hardiawan – outsourcing DPMPTSP
  • Indah Silviana – outsourcing Perindag
  • M. Fani Maulana – outsourcing Perindag
  • Lusiana Dewi – outsourcing Perindag
  • Atabik Nasri – outsourcing Perindag
  • Amanda Aprilia Putri – outsourcing Perindag
  • Sri Ariwibowo – outsourcing Perindag
  • May Shella Salwa Maharani – outsourcing Perkim
  • Novi Uus Febriana – outsourcing Perkim
  • M. Yaumul Faroh – outsourcing Perkim
  • Mufit Muazairin – outsourcing Perkim
  • Diva Ferisadianto Nugroho – outsourcing Perkim
  • Abdul Mugni Ustman – outsourcing Bagian Umum
  • Ari Widyo Pramono – outsourcing Sosial
  • Avida Nur Islamia – outsourcing Sosial
  • Adiyaul Lailyah – outsourcing Sosial
  • Aisyah Turahmah – outsourcing Sosial
  • Panji Brahma Setya – outsourcing RSUD Kraton
  • Harri Laksono Saputro – outsourcing RSUD Kraton
  • Muhammad Muzaqi Rofiq – outsourcing RSUD Kraton
  • Muhammad Rizki – outsourcing RSUD Kraton
  • Siska Lestari – outsourcing RSUD Kraton
  • A. Yulianto – outsourcing Bagian Umum
  • Dwi Irawan – outsourcing RSUD Kajen
  • Mukhamad Chuzain Akroma – outsourcing RSUD Kajen
  • Akhmad Khasani – outsourcing RSUD Kajen
  • Ghofururohim – outsourcing RSUD Kajen
  • Nofi Eka Surfitasari – outsourcing RSUD Kajen

Dugaan Perkara

Sebelumnya, KPK telah melakukan penindakan di Kabupaten Pekalongan yang berujung pada penetapan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq sebagai tersangka.

Kasus tersebut berkaitan dengan dugaan korupsi dalam pengadaan jasa outsourcing serta pengadaan lainnya di lingkungan Pemkab Pekalongan.

KPK juga menyebut adanya keterkaitan pihak keluarga Fadia, termasuk dugaan keterlibatan perusahaan PT Raja Nusantara Berjaya yang disebut aktif menjadi penyedia jasa di lingkungan Pemkab Pekalongan.

Sejumlah pihak keluarga Fadia, yakni Anggota DPR RI Mukhtaruddin Ashraff Abu dan Anggota DPRD Pekalongan Muhammad Sabiq Ashraff, disebut memiliki peran dalam perusahaan tersebut. Ashraff tercatat sebagai komisaris, sementara Sabiq sebagai direktur pada periode 2022–2024 sebelum digantikan Rul Bayatun.

Dugaan Aliran Dana

KPK turut mengungkap dugaan aliran dana sebagai berikut:

  • Fadia: Rp5,5 miliar
  • Ashraff: Rp1,1 miliar
  • Rul Bayatun: Rp2,3 miliar
  • Sabiq: Rp4,6 miliar
  • Mehnaz Na: Rp2,5 miliar
  • Penarikan tunai: Rp3 miliar

Hingga saat ini, Fadia Arafiq menjadi tersangka tunggal dalam perkara tersebut dan dijerat dengan Pasal 12 huruf i dan Pasal 12B Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 127 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: