Netanyahu Dinilai Abaikan Keamanan Warga Arab Palestina di Israel
BeritaNasional.com - Pemimpin oposisi Israel, Yair Golan, menuduh Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara sengaja mengabaikan keselamatan warga Arab Palestina yang tinggal di Israel, di tengah meningkatnya angka kekerasan dan pembunuhan dalam beberapa tahun terakhir.
Melalui unggahan di platform X, Golan menyebut lebih dari 700 kasus pembunuhan dalam tiga tahun terakhir menunjukkan kegagalan serius pemerintah dalam melindungi warganya. Ia juga menuding pejabat keamanan yang ditunjuk Netanyahu tidak menjalankan tugas secara efektif.
“Netanyahu menyerahkan keamanan internal kepada pihak yang memiliki catatan kriminal demi bertahan secara politik, dan pemerintahan ini telah membiarkan organisasi kriminal menguasai wilayah tertentu,” tulis Golan.
Warga Arab Palestina di Israel sendiri diketahui kerap menghadapi diskriminasi serta tingkat kekerasan yang tinggi. Data menunjukkan pada 2025 terjadi sekitar 300 kasus pembunuhan di Israel, dengan 252 korban berasal dari komunitas Arab Palestina.
Menurut data sensus 2019, terdapat sekitar 1,9 juta warga Palestina yang memiliki kewarganegaraan Israel. Sebagian besar merupakan keturunan dari warga Palestina yang bertahan saat pendirian Israel pada 1948.
Dalam periode tersebut, sekitar 750.000 warga Palestina mengungsi atau dipaksa meninggalkan wilayahnya, sementara ribuan lainnya dilaporkan tewas dalam konflik menjelang berdirinya negara Israel.
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu






