Polisi Selidiki Penyebab 2 PRT di Jakpus Lompat dari Lantai 4, Salah Satunya Tewas

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 23 April 2026 | 17:11 WIB
Dua PRT di Benhil Jakarta Pusat terjun dari lantai 4. (BeritaNasional/Bachtiarudin)
Dua PRT di Benhil Jakarta Pusat terjun dari lantai 4. (BeritaNasional/Bachtiarudin)

BeritaNasional.com -  Beredar informasi kejadian mengenaskan menimpa dua pekerja rumah tangga (PRT) di Jakarta. Kedua PRT tersebut diduga melompat dari lantai empat bangunan kos di kawasan Bendungan Hilir (Benhil) Jakarta Pusat (Jakpus), Rabu (22/4/2026) malam.

Masih dari informasi tersebut, dua PRT itu melompat karena ingin kabur dari rumah majikannya. Nahas, satu dari dua PRT yang masih berusia 18 tahun tersebut meninggal dunia. Sedangkan rekannya yang berusia 26 tahun masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Teman saya bilang, bangunan ini adalah kosan 4 lantai, namun yang digunakan untuk kost hanya 3 lantai, lantai 4 dihuni oleh pemilik kost,” tulis informasi yang diterima awak media pada Kamis (23/4/2026).

Diduga keduanya nekat melakukan hal itu karen tidak bisa keluar dari kosan tersebut karena akses dari lantai empat kosan tertutup. Berdasar informasi yang dihimpun pemilik kosan menutup akses keluar masuk dengan teralis dan digembok. Sehingga diyakini aksi melompat menjadi satu-satunya jalan bagi kedua PRT agar bisa kabur.

“Jadi PRT yang kabur memang tidak bisa ke mana-mana jadinya kabur,” tulisnya kembali.

Sementara dari foto yang diterima, terlihat dua PRT yang telah terkapar di sebuah gang dengan tembok di sisi kanan dan kiri. Dari lokasi juga terlihat beberapa bungkusan seperti pakaian yang terjatuh bersama kedua PRT tersebut.

Kejadian ini pun tengah diselidiki Polres Metro Jakarta Pusat (Jakpus) bersama jajarannya yang membenarkan ada satu korban meninggal dunia dan korban lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Korban dan saksi masih dirawat di RS. Benar (ada yang meninggal),” kata Kasatreskrim Polres Metro JakpusAKBP Roby Saputra saat dihubungi Kamis (23/4/2026).

Kendari demikian, Roby menerangkan proses penyelidikan masih berlangsung. Dia pun belum bisa menyimpulkan penyebab kedua PRT melompat, dan sampai saat ini belum memeriksa majikan.

“Masih belum bisa disimpulkan demikian (apakah keduanya mengalami kekerasan atau tidak) belum (periksa majikan),” jelasnya.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: