Ini Identitas 10 Korban Tewas Kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Timur

Oleh: Panji Septo R
Selasa, 28 April 2026 | 17:18 WIB
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil dentifikasi seluruh korban tewas kecelakaan KA (Beritanasional/Panji)
Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil dentifikasi seluruh korban tewas kecelakaan KA (Beritanasional/Panji)

BeritaNasional.com - Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri berhasil mengidentifikasi seluruh korban meninggal dunia dalam kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. 

Sebanyak 10 jenazah yang sebelumnya diterima di RS Polri Kramat Jati telah terkonfirmasi identitasnya.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati Brigjen Prima Heru Yuliharyono menyampaikan, hingga Selasa (28/4/2026) pukul 13.00 WIB, tim DVI gabungan telah menyelesaikan seluruh pemeriksaan terhadap 10 kantong jenazah yang dikirim dari lokasi kejadian.

“Dalam kesempatan ini perkenankan kami dari tim DVI Polri menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya korban kecelakaan kereta api Indonesia Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur yang jenazahnya telah kami terima di Rumah Sakit Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri sebanyak 10 kantong jenazah,” ujar Prima.

Ia menjelaskan, tim DVI yang terlibat terdiri dari Biro Dokpol Pusdokkes Polri, RS Bhayangkara Tk I Pusdokkes Polri, Bidokkes Polda Metro Jaya, Pusident Bareskrim Polri, serta tim Odontologi Forensik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.

“Sampai dengan sore hari ini, tim DVI Polri telah menyelesaikan seluruh pemeriksaan terhadap 10 kantong jenazah yang dikirim penyidik dari TKP,” katanya.

Prima menambahkan, berdasarkan laporan pihak keluarga, jumlah korban yang dilaporkan sebanyak 10 orang. Seluruhnya telah melalui proses rekonsiliasi dan dinyatakan teridentifikasi.

“Pada pukul 14.00 WIB telah dilaksanakan sidang rekonsiliasi untuk menentukan identitas korban dan memutuskan 10 jenazah telah berhasil teridentifikasi,” ucapnya.

Sementara itu, Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Eddy Purnama Wirawan merinci identitas para korban yang telah terkonfirmasi melalui metode identifikasi data primer berupa sidik jari serta data sekunder seperti tanda medis dan properti.

“Perkenankan saya sampaikan hasil identifikasi dari tim DVI gabungan sampai sore hari ini,” ujar Eddy.

Adapun 10 korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi adalah sebagai berikut:

1. Jenazah dengan nomor PM 001 teridentifikasi melalui data primer yaitu sidik jari dan data sekunder yaitu melalui tanda medis dan properti atau tanda kepemilikan cocok dengan nomor AM 002 sebagai Putti Aninditasari, perempuan, 31 tahun, beralamat Cikarang Barat, Bekasi.

2. Jenazah dengan nomor PM 002 teridentifikasi melalui data primer yaitu sidik jari dan data sekunder yakni properti dan medis dengan nomor AM 007 sebagai Harum Anjasari, perempuan, 27 tahun, beralamat Cipayung, Jakarta Timur.

3. Jenazah dengan nomor PM 003 teridentifikasi melalui data primer yakni sidik jari dan data sekunder yakni properti dan medis cocok dengan nomor AM 006 sebagai Nur Alimantun Citra Lestari, perempuan, 19 tahun, alamat Pasar Jambi.

4. Jenazah dengan nomor PM 004 teridentifikasi melalui data primer yakni sidik jari dan data sekunder yakni properti dan medis cocok dengan nomor AM 009 sebagai Farida Utami, 50 tahun, alamat Cibitung, Bekasi.

5. Jenazah dengan nomor PM 005 teridentifikasi melalui data primer yakni sidik jari dan data sekunder yakni properti dan medis cocok dengan nomor AM 003 sebagai Vika Agnia Rahmawati, perempuan, 23 tahun, alamat Cikarang Barat.

6. Jenazah dengan nomor PM 006 teridentifikasi melalui data primer yakni sidik jari dan data sekunder yakni properti dan medis cocok dengan nomor AM 004 sebagai Ida Nur’aidah, perempuan, 48 tahun, alamat Cibitung, Bekasi.

7. Jenazah dengan nomor PM 007 teridentifikasi melalui data primer yakni sidik jari dan data sekunder yakni medis cocok dengan nomor AM 010 sebagai Gita Setia Wardani, 20 tahun, alamat Cibitung, Bekasi.

8. Jenazah dengan nomor PM 008 teridentifikasi melalui data primer yakni sidik jari dan data sekunder melalui data medis cocok dengan nomor AM 005 sebagai Fatmawati Rahmayani, 29 tahun, beralamat Bekasi Selatan, Kota Bekasi.

9. Jenazah dengan nomor PM 009 teridentifikasi melalui data primer yakni sidik jari dan data sekunder yakni properti dan medis cocok dengan nomor AM 001 sebagai Arinjani Novitasari, 25 tahun, beralamat Tambun Selatan, Bekasi.

10. Jenazah dengan nomor PM 010 teridentifikasi melalui data primer yakni sidik jari dan data sekunder yakni properti dan medis cocok dengan nomor AM 008 sebagai Nur Ainiyah Eka Rahmadina, 32 tahun, beralamat Tambun Selatan, Bekasi.

"Demikian seluruh hasil pelaksanaan identifikasi dari korban meninggal dunia pada tingkat ini. Saya kembalikan kepada Bapak Karumkit," tutup Nyoman.sinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: