Taksi Green SM Diduga Jadi Pemicu Awal Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Komisi VI Dorong Pemerintah Cabut Izin Operasional

Oleh: Ahda Bayhaqi
Rabu, 29 April 2026 | 11:11 WIB
Kondisi mobil taksi Green SM usai tertabrak kereta KRL di kawasan perlintasan kereta Ampera, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)
Kondisi mobil taksi Green SM usai tertabrak kereta KRL di kawasan perlintasan kereta Ampera, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Beritanasional.com/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com - Anggota Komisi VI DPR RI Kawendra Lukistian menyoroti taksi Green SM yang diduga menjadi pemicu insiden tabrakan kereta Argo Bromo Anggrek dengan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Kawendra mendorong pemerintah untuk mencabut izin operasional perusahaan taksi tersebut.

Menurut dia, taksi tersebut tertabrak karena menerobos perlintasan kereta sehingga menjadi pemicu awal kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur.

"Setelah mencermati fakta lapangan, saya menyoroti keterlibatan taksi hijau Green SM sebagai pemicu awal. Ini bukan sekadar insiden tunggal, sudah beberapa kali terhenti di perlintasan kereta api dan banyak aduan masyarakat terkait taksi ini," ujar Kawendra kepada wartawan pada Rabu (29/4/2026).

Kawendra mendorong pemerintah mengambil langkah tegas terhadap operasional perusahaan taksi asal Vietnam tersebut. Kawendra meminta perlu ada evaluasi sekaligus mencabut izin taksi Green SM.

"Rasanya tidak berlebihan bila kita meminta pemerintah untuk mengevaluasi dan mencabut izin operasional perusahaan taksi asal Vietnam tersebut!" tegasnya.

Kawendra juga menyinggung perjalanan panjang transformasi layanan kereta di Jabodetabek yang menurutnya tidak seharusnya tercoreng oleh kelalaian pihak eksternal.

"Sebagai pengguna setia Kereta Jabodetabek di era 2006–2010, saya menyaksikan betapa panjang dan sulitnya transformasi yang telah dilakukan oleh PT KAI hingga menjadi seperti sekarang. Namun, dedikasi besar untuk meningkatkan layanan nasional itu tidak boleh dicederai oleh kelalaian pihak eksternal," ujarnya.sinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: