Dinilai Tak Etis, Said Abdullah Soroti Pernyataan Amien Rais

Oleh: Ahda Bayhaqi
Senin, 04 Mei 2026 | 19:35 WIB
Tokoh politik, Amien Rais. (Foto/Ist)
Tokoh politik, Amien Rais. (Foto/Ist)

BeritaNasional.com - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menilai pernyataan politikus senior Amien Rais tidak elok. Sebab hal yang menyangkut privasi tidak boleh menjadi diskursus publik. Seharusnya, Amien Rais tidak membahas masalah di ruang privat ke pembicaraan publik.

"Ya saya kaget juga pernyataan Pak Amien Rais sebagai tokoh bagian dari tokoh yang kita kenal. Dari sisi etik, kita ini kan sebenarnya kan tidak boleh ya hal-hal yang menyangkut private itu menjadi diskursus publik," ujar Said kepada wartawan, Senin (4/6/2026).

"Siapapun di antara kita, di negara manapun juga akan berlaku sama. Seyogyanya itu dihindari. Kurang elok, ya bukan kurang elok, etik memang tidak boleh tidak memungkinkan kita masuk ke ruang-ruang private," tegasnya.

Said juga mendukung langkah Kementerian Komdigi yang segera menurunkan video pernyataan Amien Rais. Komdigi memang harus mampu membersihkan sampah informasi publik.

"Ya Komdigi wajib men-take down itu karena tidak, tidak bisa dibiarkan. Tidak boleh Komdigi kemudian membiarkan hal-hal yang menyangkut private, ranah private pejabat publik itu menjadi diskursus karena itu apa ya, ya menjadi sampah informasi publik saja," katanya.

Said pun mendorong agar Amien Rais menyampaikan permintaan maaf kepada publik. Supaya tidak menurunkan derajatnya sebagai tokoh nasional.

"Kalau menurut hemat saya, saya ingin menempatkan Pak Amien Rais sebagai tokoh bangsa. Sebagai tokoh bangsa, benar dan salah menyampaikan hal-hal yang baik atau tiba-tiba selip lidah atau katakanlah alpa, kemudian meminta maaf, itu tidak akan menurunkan derajat ketokohan seseorang," ujarnya.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan pihaknya telah mengidentifikasi video yang diunggah Amien Rais terkait Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan video tersebut merupakan konten hoaks, fitnah, serta memuat ujaran kebencian.

“Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengidentifikasi sebaran video yang memuat narasi fitnah, pembunuhan karakter, dan serangan personal yang ditujukan kepada Presiden RI. Video tersebut diunggah oleh Ketua Majelis Syura Partai Ummat,” kata Meutya dalam keterangannya, Sabtu (2/5/2026)sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: