Perkuat Layanan di Makkah, Kemenhaj Pastikan Jemaah Nyaman Jelang Puncak Haji
BeritaNasional.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memperketat dan memperkuat berbagai lini layanan bagi jemaah haji Indonesia yang kini mulai terkonsentrasi di Makkah.
Langkah ini diambil untuk memastikan aspek akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga kesehatan berada dalam kondisi prima menjelang fase puncak haji 1447 H/2026 M.
Juru Bicara Kemenhaj Ichsan Marsha menegaskan prioritas utama pemerintah saat ini adalah memberikan lingkungan yang kondusif agar jemaah bisa fokus beribadah tanpa terbebani masalah teknis.
“Prioritas kami adalah memastikan seluruh jemaah Indonesia mendapatkan layanan terbaik selama berada di Arab Saudi, mulai dari hotel yang nyaman, konsumsi yang terjaga, transportasi yang tertib, hingga layanan kesehatan yang responsif. Dengan demikian, jemaah dapat beribadah dengan tenang dan fokus menghadapi puncak haji,” ujar Ichsan di Makkah, Sabtu (9/5/2026).
Untuk mendukung komitmen tersebut, PPIH Daerah Kerja Makkah telah menyiagakan 180 hotel untuk menampung jemaah.
Dari sisi konsumsi, distribusi makanan pun dilakukan secara masif. Hingga saat ini, sebanyak 653.115 boks makanan telah disalurkan khusus untuk jemaah di Makkah, dari total keseluruhan 2,7 juta boks di seluruh wilayah Saudi.
Layanan Transportasi dan Kesehatan Jadi Garda Terdepan
Mobilitas jemaah menuju Masjidil Haram juga menjadi perhatian serius. Layanan Bus Shalawat kini telah mengoperasikan 17 rute dengan total 969 perjalanan. Ichsan mengingatkan jemaah untuk memahami rute agar perjalanan ibadah harian tetap lancar.
“Layanan transportasi, khususnya Bus Shalawat, menjadi salah satu layanan vital karena mendukung mobilitas harian jemaah. Kami terus mengingatkan jemaah agar tertib, mengenali rute bus, dan selalu mengikuti arahan petugas,” lanjut Ichsan.
Di sisi lain, tantangan cuaca ekstrem dengan suhu mencapai 42 derajat Celsius menuntut kesiagaan layanan kesehatan.
Hingga kini, tim kesehatan telah menangani belasan ribu jemaah rawat jalan dan merujuk jemaah yang membutuhkan perawatan intensif ke RS Arab Saudi maupun Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
Mengingat suhu yang cukup menyengat, Kemenhaj meminta jemaah untuk tidak memaksakan diri dalam beraktivitas fisik di luar ruangan secara berlebihan.
“Jemaah kami imbau untuk mengatur aktivitas ibadah sesuai kemampuan, memperbanyak minum air, menggunakan pelindung diri, dan segera melapor apabila mengalami gangguan kesehatan. Menjaga kesehatan adalah bagian penting dari kesiapan menuju puncak haji,” tegas Ichsan.
Terkait data jemaah wafat, hingga 8 Mei tercatat sebanyak 20 jemaah tutup usia di Arab Saudi. Kemenhaj memastikan seluruh hak layanan bagi jemaah wafat akan terpenuhi sesuai prosedur yang berlaku.
Diketahui, hingga memasuki hari ke-19 operasional haji, pergerakan jemaah terpantau lancar. Data terbaru per Jumat (8/5/2026) menunjukkan 117.452 jemaah yang terbagi dalam 303 kloter telah diberangkatkan dari tanah air.
Di Makkah, tercatat 165 kloter dengan total 63.822 jemaah telah tiba untuk bersiap menghadapi prosesi puncak ibadah haji.
GAYA HIDUP | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu







