Timwas DPR Bakal Langsung Awasi Penyelenggaraan Haji di Tanah Suci

Oleh: Ahda Bayhaqi
Minggu, 10 Mei 2026 | 20:12 WIB
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal melepas keberangkatan haji dari Bandara Kertajati, Jawa Barat, Minggu (10/5/2026). (BeritaNasional/DPR)
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal melepas keberangkatan haji dari Bandara Kertajati, Jawa Barat, Minggu (10/5/2026). (BeritaNasional/DPR)

BeritaNasional.com - Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI bakal melakukan pengawasan langsung layanan jemaah haji di Arab Saudi. Mulai dari kapasitas kamar hotel, katering, sampai antisipasi jemaah non-prosedural.

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan, Timwas DPR akan memastikan seluruh kesepakatan pelayanan haji yang telah dibahas pemerintah dan DPR akan benar-benar diterapkan di lapangan.

"Ada beberapa catatan yang mungkin nanti juga kita di lapangan akan melihat. Yang pasti kita akan berpedoman, berpatokan pada hasil Panja ini semua," ujar Cucun dalam keterangan tertulis, Minggu (10/5/2026).

"Bagaimana misalkan penempatan di kamar-kamar hotel yang kita sepakati empat orang, kenapa bisa terjadi misalkan ini lebih dari empat orang? Nah, ini kita akan melihat nanti," tegasnya.

Cucun menilai, penempatan jemaah melebihi kapasitas hanya dapat ditoleransi apabila kondisi kamar memang luas dan layak. Namun, ia mengingatkan agar jemaah tidak dipaksakan tinggal di kamar sempit dengan jumlah penghuni berlebih.

"Kalau memang kamarnya luas, kamarnya luas dan layak, ya kalau misalkan jumlahnya hanya satu-dua kamar kan tidak masalah. Tetapi kalau misalkan ini dipaksakan kamarnya sempit kemudian juga ditumpuk orang lebih dari empat kan enggak bagus," tuturnya.

Selain akomodasi, Timwas DPR RI juga menyoroti layanan katering jemaah yang masih menuai keluhan. Cucun menyebut laporan yang diterima lebih banyak terkait kejenuhan menu makanan selama berada di Tanah Suci.

"Ada laporan-laporan bahwa kejenuhan menu mungkin ya, bukan kualitas belum kita lihat. Kejenuhan menu, hanya mungkin menunya harus ada sedikit variatif," katanya.

Evaluasi tersebut akan dibahas bersama seluruh pemangku kepentingan penyelenggara ibadah haji, baik Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi maupun di Tanah Air.

Tak hanya layanan jemaah, Cucun juga menyoroti penanganan jamaah nonprosedural yang menurutnya kini jauh lebih ketat melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. 

"Sekarang ini, kemarin kita ketemu dengan Pak Menteri Imipas, tidak ada lagi sekarang bisa lolos orang yang tidak punya visa haji mau ke Saudi bisa berangkat. Semua pasti akan terseleksi, terskrining," tegasnya.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: