Jelang Puncak Haji 2026, Kemenhaj Pastikan Tenda Arafah Siap Digunakan

Oleh: Tim Redaksi
Senin, 11 Mei 2026 | 02:00 WIB
Jemaah Haji asal Indonesia. (Foto/Kemenhaj)
Jemaah Haji asal Indonesia. (Foto/Kemenhaj)

BeritaNasional.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI meninjau kesiapan tenda yang akan ditempati jemaah haji di Arafah menjelang puncak ibadah haji 2026. Peninjauan dilakukan di kawasan tenda yang disediakan Syarikah Al Bait Guest (Dhuyuf Al-Bait), yang direncanakan menampung sekitar 103 ribu jemaah haji Indonesia.

Direktur Jenderal Pelayanan Haji, Ian Heryawan, mengatakan pihaknya telah melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah fasilitas yang akan digunakan jemaah selama berada di Arafah.

“Kami sudah mengecek beberapa tenda, kamar mandi, dan beberapa tempat lainnya,” kata Ian dilansir dari laman Kemenhaj, Senin (10/5/2026).

Dari hasil pengecekan tersebut, sejumlah fasilitas diketahui masih dalam tahap penyelesaian. Meski demikian, pihak penyedia layanan disebut menjanjikan seluruh kesiapan akan rampung dalam lima hari ke depan. Ian menjelaskan, setiap tenda berukuran sekitar 300 meter persegi disiapkan untuk menampung sekitar 238 tempat tidur bagi jemaah.

“Kami ingin memastikan, seluruh jemaah haji Indonesia dapat memasuki tenda di Arafah dan dapat melaksanakan ibadah wukuf dengan tenang dan khidmat,” ujar Ian.

Untuk memudahkan penempatan, setiap tenda nantinya akan dilengkapi informasi kapasitas, daftar kloter, serta nama-nama jemaah yang menempati tenda tersebut.

Ian menuturkan, pengisian tenda tidak selalu dilakukan berdasarkan satu kloter penuh karena kapasitas tiap tenda berbeda-beda. Namun, penempatan jemaah tetap diatur agar tidak berjauhan, terutama bagi jemaah lanjut usia.

“Bisa campuran, karena jumlah dalam satu kloter ada yang 360 hingga 390 jemaah, sedangkan kapasitas tenda bervariasi. Namun yang pasti pemisahan kloter itu tidak berjauhan, apalagi untuk jemaah lansia agar tidak terlalu jauh,” jelasnya.

Selain itu, Kemenhaj juga memastikan fasilitas bagi jemaah lansia dan penyandang disabilitas telah disesuaikan dengan standar kenyamanan, termasuk kamar mandi dan toilet. Terkait ketersediaan air, Ian menyebut aliran air sudah berfungsi di beberapa titik meski belum merata di seluruh area.

“Jangan sampai kita diarahkan ke tempat yang bagus-bagus, nanti aslinya nggak. Kita akan pastikan bersama tim dari Kantor Urusan Haji (KUH), daker, seluruh petugas,” ujarnya.

Pemerintah juga akan mencocokkan data kapasitas tenda dengan jumlah jemaah secara rinci untuk mengantisipasi kekurangan tempat.

“Di setiap tenda nanti akan ada daftar kapasitas jemaah, dan itu akan disandingkan dengan jumlah jemaah yang masuk. Lima hari ke depan ini harus kita pastikan, jangan sampai pada hari H ada yang tidak kebagian dan ini harus dipastikannya hak jemaah,” pungkasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: