Kalah Saing, Samsung Stop Penjualan TV dan Home Appliances di China

Oleh: Kiswondari
Senin, 11 Mei 2026 | 08:32 WIB
Home appliances Samsung. (BeritaNasional/Samsung)
Home appliances Samsung. (BeritaNasional/Samsung)

BeritaNasional.com - Perusahaan teknologi asal Korea Selatan, Samsung secara resmi mengumumkan akan menghentikan penjualan TV dan peralatan rumah tangga (home appliances) di Tiongkok, menyusul tekanan yang semakin meningkat dari merek-merek lokal Tiongkok yang kini mendominasi pasar konsumen elektronik di negeri tirai bambu itu.

Melansir Gizmochina pada Senin (11/5/2026), Samsung menyampaikan, langkah ini diambil karena kondisi pasar yang berubah dengan cepat. Situs web resmi Samsung Tiongkok juga menampilkan pemberitahuan yang mengonfirmasi kebijakan tersebut. Namun, perusahaan mengklarifikasi bahwa layanan purnajual dan dukungan pelanggan akan tetap berjalan normal untuk pelanggan yang sudah ada.

TV hingga Air Purifier Di-Stop

Beberapa produk home appliances Samsung yang akan dihentikan penjualannya di Tiongkok antara lain, televisi, monitor, kulkas, mesin cuci, pengering, AC, penyedot debu, dan pembersih udara.

Terlepas dari penghentian penjualan besar-besaran ini, ponsel pintar Samsung masih akan tetap tersedia di Tiongkok. Namun, bisnis ponsel pintar Samsung pun mengalami kesulitan besar melawan merek-merek domestik Tiongkok dan Apple. Samsung pernah menguasai hampir 20 persen pasar ponsel pintar Tiongkok pada awal tahun 2010-an, tetapi pangsa pasarnya kini dilaporkan telah turun di bawah 1 persen.

Produk Home Appliances China Terus Berkembang

Sementara itu, perusahaan elektronik China juga telah dengan cepat meningkatkan kualitas produk sekaligus menawarkan harga yang agresif. Siklus inovasi yang lebih cepat dan loyalitas merek domestik yang kuat membuat Samsung semakin sulit untuk bersaing di Tiongkok.

Meski demikian, untuk operasional manufaktur Samsung di China akan terus berlanjut, karena perusahaan masih memproduksi beberapa perangkat di Tiongkok untuk pasar luar negeri.

Samsung memang telah meninggalkan pasar home appliances di China, namun Samsung mengalami pertumbuhan besar dalam bisnis semikonduktornya. Perusahaan juga semakin fokus pada teknologi terkait AI dan chip memori berkinerja tinggi.

Pada kuartal pertama tahun 2026, Samsung melaporkan pendapatan sebesar 133,87 triliun won Korea dan laba operasi sebesar 57,23 triliun won Korea. Divisi semikonduktornya saja menyumbang 61 persen dari total pendapatan perusahaan, didorong oleh permintaan AI global yang meningkat pesat.sinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: