Wahid Foundation Dorong Kolaborasi Masyarakat untuk Jaga Harmoni di Poso
BeritaNasional.com - Wahid Foundation bersama Libu Perempuan menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Kompilasi Praktik Baik dan Pembelajaran Pelaksanaan Program Tahun 2025 di Kabupaten Poso” di Hotel Ancyra, Poso, Sulawesi Tengah.
Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, tokoh masyarakat, media, civitas akademika, hingga perwakilan desa dampingan program. Forum ini menjadi ruang refleksi bersama untuk mengevaluasi capaian program sepanjang 2025 sekaligus memperkuat kolaborasi dalam membangun ketahanan masyarakat dan kohesi sosial di Poso.
Perwakilan Wahid Foundation, Fanani, menjelaskan bahwa program Desa Damai yang dijalankan sejak 2023 bertujuan memperkuat kemandirian masyarakat melalui pelibatan kelompok perempuan, anak muda, serta pemerintah desa.
“Program ini tidak berdiri sendiri. Kami ingin memperkuat simpul-simpul kolaborasi yang sudah ada di masyarakat agar ketahanan sosial dapat tumbuh bersama dan berkelanjutan,” ujar Fanani dalam keterangannya, Selasa (12/5/2026).
Dalam forum tersebut, sejumlah praktik baik dipaparkan, di antaranya penguatan kapasitas kelompok perempuan, penguatan forum masyarakat desa, hingga pembentukan ruang dialog lintas komunitas yang melibatkan warga dan pemerintah desa.
Direktur Libu Perempuan, Dewi Rana, mengatakan pendekatan berbasis relasi sosial dan kepercayaan menjadi faktor penting dalam memperkuat kohesi sosial di tengah masyarakat.
“Trust atau kepercayaan menjadi fondasi penting agar sekat-sekat di masyarakat semakin menipis,” kata Dewi.
Sementara itu, Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Poso, Markarma Lasimpala, mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas dalam menjaga harmoni sosial di wilayah Poso yang memiliki keberagaman suku dan agama.
Menurutnya, penguatan toleransi dan sikap saling menghargai harus terus dirawat bersama sebagai bagian dari upaya menjaga perdamaian dan kehidupan sosial yang inklusif.
FGD tersebut juga menjadi wadah bagi peserta untuk memberikan masukan terhadap penguatan program ke depan, termasuk memperluas pelibatan perempuan, anak muda, dan komunitas lintas desa dalam membangun ruang aman, dialog, serta solidaritas sosial.
Ke depan, Wahid Foundation dan Libu Perempuan berharap berbagai praktik baik yang berkembang di masyarakat Poso dapat terus diperkuat dan direplikasi guna menjaga perdamaian, memperkuat kohesi sosial, serta mendorong masyarakat yang inklusif dan harmonis.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 16 jam yang lalu
POLITIK | 18 jam yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu







