Diduga Terima Suap dan Flexing, Menteri PU Dody Periksa 2 ASN

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Jumat, 15 Mei 2026 | 21:18 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo saat berada di Wonosobo. (BeritaNasional/KemenPU)
Menteri PU Dody Hanggodo saat berada di Wonosobo. (BeritaNasional/KemenPU)

BeritaNasional.com -  Dua anggota Aparatur Negeri Sipil (ASN) pada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) diduga melakukan tindakan tidak terpuji. Keduanya disebut Menteri PU Dody Hanggodo sedang menempuh pendidikan di luar negeri.

"Jadi memang ada dua ASN kita yang kita panggil pulang. Satu terkait masalah suap. Ada satu lagi yang di London. Masalah etik tuh," ungkapnya. 

Dody yang mengungkapkan hal tersebut saat meninjau percepatan pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Wonosobo, Jumat (15/5/2026) juga mengatakan telah memanggil keduanya untuk meminta penjelasan. 

Salah satu ASN yang berada di London Inggris disebutnya melakukan tindakan tidak terpuji yakni mencemooh program pemerintah/MBG hingga flexing.

Sedangkan seorang lagi yang sedang bersekolah di Jepang diduga menerima suap.

"Mereka yang berdua ini kan beasiswa dibiayai juga oleh negara gitu. ASN itu kan dikasih makan oleh masyarakat ya. Masyarakat ini kan berbagai macam kategori gitu. Ada yang punya, ada yang nggak punya. Kalau begitu tuh pasti akan melukai hati masyarakat-masyarakat yang mungkin menengah ke bawah," ungkapnya.

Ia menyebut ASN yang di Jepang telah dipanggil dan diperiksa oleh aparat penegak hukum (APH). Sementara ASN yang berada di London Inggris masih ditunggu kedatangannya untuk diperiksa lebih lanjut atas tindakannya 

"Yang satu dipanggil karena masalah suap. Kemudian dipanggil oleh APH. Kita menjembatani doang. Saya enggak tahu seperti apa (hasilnya)," tuturnya.

"Itu (ASN yang di London) dulu kita panggil pulang. Mungkin nanti kayaknya Minggu datang, nanti Senin selesai kita proses," lanjutnya.

Kini Dody menunggu hasil pemeriksaan dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) yang nantinya akan diberikan sanksi tegas kepada kedua pengabdi rakyat tersebut.

"Biar diperiksa dulu sama teman-teman dari BPSDM. Nanti kemudian kita akan ada sanksinya," tandasnya.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: