Konsumsi dan Ekspor Melonjak, Ekonomi Jepang Tumbuh 2,1 Persen di Kuartal I 2026

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 19 Mei 2026 | 21:00 WIB
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi  (Foto/Pixabay)
Ilustrasi pertumbuhan ekonomi (Foto/Pixabay)

BeritaNasional.com - Perekonomian Jepang menunjukkan taji di awal tahun ini. Data terbaru dari pemerintah setempat yang dirilis pada Selasa (19/5/2026) menunjukkan produk domestik bruto (PDB) riil Jepang tumbuh 2,1 persen secara tahunan (year-on-year) pada kuartal pertama 2026.

Performa positif ini utamanya disokong oleh tangguhnya konsumsi domestik dan laju ekspor yang kuat.

Berdasarkan laporan pendahuluan tersebut, ekonomi yang disesuaikan dengan inflasi ini tumbuh 0,5 persen secara kuartalan (quarter-on-quarter) pada periode Januari–Maret jika dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya.

Geliat ekonomi Jepang kali ini sangat dipengaruhi oleh sektor konsumsi swasta, yang memegang porsi lebih dari separuh total perekonomian negara tersebut.

Konsumsi masyarakat tercatat naik 0,3 persen dari kuartal sebelumnya. Faktor pendorong utamanya adalah tingginya permintaan pasar terhadap produk pakaian serta meningkatnya aktivitas belanja warga di restoran dan tempat makan.

Kabar baik juga datang dari sektor korporasi. Investasi bisnis di Negeri Sakura tersebut dilaporkan ikut merangkak naik sebesar 0,3 persen dibandingkan kuartal sebelumnya.

Di sektor perdagangan luar negeri, ekspor Jepang melesat hingga 1,7 persen dibanding periode Oktober–Desember tahun lalu.

Lonjakan ini dipicu oleh pulihnya pengiriman unit mobil ke pasar Amerika Serikat, ditambah dengan tingginya permintaan global terhadap mesin industri dan perangkat elektronik.

Di sisi lain, aktivitas impor Jepang juga mengalami kenaikan tipis sebesar 0,5 persen.

Sementara itu, jika dihitung secara nominal, PDB Jepang pada periode Januari–Maret ini meningkat 0,8 persen dari kuartal sebelumnya, atau tumbuh dengan laju tahunan sebesar 3,4 persen. 

Rapor hijau ini memberikan sinyal positif bagi pemulihan ekonomi Jepang yang lebih stabil sepanjang tahun 2026.

Sumber: Xinhua Newssinpo

Editor: Tarmizi Hamdi
Komentar: