Microsoft Jadi Sorotan setelah Ancam Orang yang Bocorkan Keamanan Windows Defender-BitLocker
BeritaNasional.com - Raksasa teknologi Microsoft tengah menjadi sorotan dan menuai kritik pedas dari komunitas keamanan siber global.
Langkah perusahaan besutan Bill Gates ini yang mengancam akan mengambil tindakan hukum hingga melaporkan seorang peneliti keamanan independen ke polisi dinilai berlebihan dan berpotensi membahayakan ekosistem keamanan digital.
Perseteruan ini bermula ketika seorang peneliti anonim yang menggunakan nama samaran “Nightmare Eclipse” memublikasikan serangkaian celah keamanan (bug) yang belum ditambal (unpatched) pada produk-produk utama Microsoft.
Tidak hanya mengungkap kelemahan sistem, peneliti tersebut juga menyertakan kode untuk mengeksploitasi celah tersebut secara terbuka.
Bocorkan Keamanan Fatal di Windows Defender dan BitLocker
Melalui unggahan di blog resminya, Microsoft melayangkan kritik keras terhadap aksi Nightmare Eclipse. Perusahaan mengonfirmasi serangkaian bug yang dibocorkan meliputi celah keamanan kritis yang diberi nama BlueHammer, RedSun, UnDefend, dan YellowKey.
Ironisnya, cacat sistem ini menyerang fitur-fitur keamanan bawaan Windows yang sangat vital, seperti mesin antivirus Windows Defender dan alat enkripsi cakram keras (disk encryption) BitLocker.
Microsoft menyayangkan sikap peneliti tersebut yang langsung mengumbar kelemahan sistem ke publik tanpa memberi tahu perusahaan terlebih dahulu agar bisa diperbaiki. Menurut Microsoft dan Badan Keamanan Siber AS (CISA), beberapa celah zero-day yang dibocorkan tersebut kini bahkan sudah mulai dimanfaatkan oleh peretas jahat untuk melancarkan serangan nyata di dunia maya.
“Unit Kejahatan Digital kami akan terus mengajukan kasus terhadap para pelaku ini dan mereka yang memungkinkan aktivitas kriminal mereka, berkoordinasi seperlunya dengan penegak hukum di seluruh dunia,” tulis Microsoft dalam blog resminya.
Sebagai bentuk tindakan tegas, Microsoft juga telah memblokir akun milik peneliti tersebut di platform repositori open-source GitHub (yang merupakan milik Microsoft) dan GitLab.
Klaim Peneliti: Akses Laporan Sengaja Diputus Microsoft
Di sisi lain, Nightmare Eclipse memberikan pembelaan melalui rangkaian tulisan blognya dalam beberapa pekan terakhir. Ia mengeklaim sudah mencoba menghubungi pihak Microsoft untuk melaporkan temuan tersebut.
Namun, ia mengaku mendapat perlakuan buruk. Microsoft diduga sengaja mencabut akses akunnya di portal Microsoft Security Response Center, yang merupakan wadah resmi bagi para peneliti untuk melaporkan kerentanan sistem.
Karena merasa tidak punya pilihan lain, Nightmare Eclipse akhirnya memilih untuk merilis temuan zero-day tersebut ke publik.
Hingga saat ini, baik Microsoft maupun Nightmare Eclipse masih bungkam dan belum menanggapi permintaan komentar lebih lanjut.
Picu Efek Mengerikan dan Hilangnya Kepercayaan
Langkah agresif Microsoft yang membawa Unit Kejahatan Digital mereka langsung memicu gelombang protes dari para veteran keamanan siber.
Banyak peneliti yang akhirnya mulai menceritakan pengalaman buruk serupa saat mencoba melaporkan bug ke Microsoft.
Katie Moussouris, pendiri Luta Security yang juga mantan karyawan Microsoft pencetus program bug bounty di era 2000-an, menilai ancaman pidana ini adalah blunder besar.
“Menggunakan istilah 'pengungkapan yang bertanggung jawab' adalah kesalahan pertama menurut saya. Menambahkan ancaman penuntutan dengan menyebut (Unit Kejahatan Digital) adalah tindakan yang berlebihan, dan hanya akan mengakibatkan para peneliti keamanan tidak mempercayai Microsoft,” kata Moussouris yang dikutip dari TechCrunch pada Sabtu (30/5/2026).
Moussouris memperingatkan, jika komunitas global sudah hilang kepercayaan, para peneliti akan enggan melaporkan celah keamanan yang mereka temukan ke Microsoft.
Dampak mengerikannya, produk yang digunakan masyarakat luas justru akan menjadi jauh lebih rentan dan tidak aman.
Sumber: TechCrunch
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
DUNIA | 23 jam yang lalu
OLAHRAGA | 19 jam yang lalu
PERISTIWA | 22 jam yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu







