Jemaah Haji Indonesia Masuki Fase Kepulangan, Kemenhaj Pastikan Proses Berjalan Lancar

Oleh: Tim Redaksi
Selasa, 02 Juni 2026 | 01:05 WIB
Jemaah Haji Indonesia Masuki Fase Kepulangan. (Foto/Kemenhaj).
Jemaah Haji Indonesia Masuki Fase Kepulangan. (Foto/Kemenhaj).

BeritaNasional.com - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan bahwa jemaah haji Indonesia mulai memasuki fase kepulangan gelombang pertama ke Tanah Air. Proses pemulangan dilakukan secara bertahap melalui Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah.

Juru Bicara Kemenhaj, Maria Assegaff, mengatakan fase kepulangan merupakan tahapan penting dalam penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Pemerintah, kata dia, terus mengawal seluruh proses pergerakan jemaah mulai dari hotel, bandara, hingga penerbangan menuju Indonesia agar berjalan tertib, aman, dan lancar.

“Pada hari ini, Senin, 1 Juni 2026, bertepatan dengan 15 Zulhijjah 1447 Hijriah, penyelenggaraan ibadah haji memasuki hari operasional ke-42. Alhamdulillah, secara keseluruhan rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun ini terus berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan terkendali,” ujar Maria di Jakarta, Senin (1/6/2026).

Maria mengakui masih terdapat sejumlah catatan selama pelaksanaan ibadah haji. Namun, seluruh masukan yang diterima akan dijadikan bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan pada penyelenggaraan haji mendatang.

“Tentu ada beberapa catatan di lapangan. Ini menjadi bahan evaluasi kami agar pelayanan kepada jemaah ke depan semakin optimal,” katanya.

Ia menjelaskan, rangkaian utama ibadah haji yang telah dijalani jemaah Indonesia berlangsung dengan baik dan menjadi bekal penting untuk memasuki tahapan kepulangan ke Tanah Air.

“Alhamdulillah, rangkaian utama ibadah haji yang telah dilalui jemaah Indonesia berjalan dengan lancar, aman, tertib, dan terkendali. Saat ini, sebagian jemaah mulai memasuki fase kepulangan ke Tanah Air,” jelasnya.

Pada Senin (1/6), sebanyak 17 kelompok terbang (kloter) jemaah haji Indonesia dijadwalkan kembali ke Tanah Air. Hingga pukul 10.00 WIB, sebanyak 12 kloter telah diberangkatkan menuju Indonesia dengan total 3.479 jemaah dan 36 petugas.

Kemenhaj juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang dinilai telah menunjukkan kedisiplinan, kesabaran, serta kepatuhan terhadap arahan petugas selama menjalani ibadah di Tanah Suci.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia. Kami juga memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan selama penyelenggaraan ibadah haji berlangsung. Segala saran dan masukan dari Bapak dan Ibu jemaah menjadi bekal kami untuk memberikan pelayanan yang lebih optimal pada masa penyelenggaraan ibadah haji ke depan,” ujar Maria.

Selain itu, Maria menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas haji Indonesia yang terus memberikan layanan, pendampingan, perlindungan, dan pengawasan kepada para jemaah.

Terkait proses kepulangan, Kemenhaj mengimbau jemaah yang masuk dalam jadwal pemulangan untuk mempersiapkan barang bawaan dengan baik serta mengikuti jadwal pergerakan yang telah ditetapkan. Jemaah juga diminta mematuhi arahan petugas baik di hotel, saat menuju bandara, maupun selama penerbangan ke Indonesia.

“Pastikan paspor, kartu identitas, obat-obatan pribadi, dokumen penting, serta barang-barang yang diperlukan selama perjalanan tersimpan dengan baik dan mudah dijangkau. Jemaah juga harus memperhatikan ketentuan berat dan jenis barang bawaan sesuai aturan penerbangan,” kata Maria.

Maria secara khusus mengingatkan jemaah agar tidak membawa air zamzam di dalam koper bagasi maupun koper kabin. Menurutnya, larangan tersebut merupakan aturan penerbangan yang wajib dipatuhi seluruh jemaah.

“Kami menegaskan kembali kepada seluruh jemaah agar tidak memasukkan air zamzam ke dalam koper bagasi maupun koper kabin. Memasukkan air zamzam ke dalam koper merupakan pelanggaran terhadap aturan penerbangan dan dapat mengganggu kelancaran proses pemeriksaan bagasi di bandara,” tegas Maria.

Ia memastikan seluruh jemaah akan menerima air zamzam secara resmi setelah tiba di Tanah Air melalui debarkasi masing-masing.

“Air zamzam sudah disiapkan melalui mekanisme resmi. Setiap jemaah akan menerima 1 galon berisi 5 liter di debarkasi masing-masing. Jadi, tidak perlu membawa zamzam di koper,” ujarnya.

Kemenhaj turut mengimbau jemaah untuk menjaga kesehatan selama menunggu jadwal kepulangan. Mengingat cuaca di Makkah masih cukup panas, jemaah diminta memperbanyak konsumsi air putih, makan secara teratur, beristirahat cukup, serta menggunakan pelindung kepala atau payung saat beraktivitas di luar hotel.

Jemaah juga diminta tidak memaksakan diri menjalankan ibadah tambahan apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Untuk jemaah lanjut usia, penyandang disabilitas, jemaah perempuan, dan jemaah dengan risiko kesehatan tinggi, Kemenhaj mengajak ketua kloter, ketua rombongan, ketua regu, keluarga, dan sesama jemaah untuk terus memberikan perhatian serta pendampingan.

“Mari kita terus menjaga kekompakan, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Semangat gotong royong dan ukhuwah yang telah terjalin selama pelaksanaan ibadah haji hendaknya terus dijaga hingga seluruh jemaah kembali ke Tanah Air dengan selamat,” tutup Maria.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: