Dikritik Dino Patti Djalal, Seskab Teddy Sebut Prabowo Bayar Sendiri Kelebihan Biaya Perjalanan

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 02 Juni 2026 | 08:54 WIB
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. (Foto/BPMI)
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. (Foto/BPMI)

BeritaNasional.com - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya merespons saran dari mantan Wakil Luar Negeri Dino Patti Djalal terkait Presiden Prabowo Subianto yang kerap melakukan kunjungan ke luar negeri.

Teddy mengatakan, Prabowo selalu biaya perjalanan ke luar negeri bila anggaran yang ditetapkan tak mencukupi kegiatan tersebut.

"Masalah biaya bila ke luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali. Jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," kata Teddy dalam akun Instagram resminya @sekretariat.kabinet, dilihat Selasa (2/6/2026).

Selain itu, Teddy juga mengungkapkan bahwa selama ini rombongan yang diboyong Prabowo ke luar negeri jauh lebih sedikit dibanding periode presiden-presiden sebelumnya.

"Kemudian yang kedua, jumlah rombongan. Ini sangat penting. Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran, lebih dari separuh dari periode sebelumnya," ujar Teddy.

"Jadi kalau dulu itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang. Zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50 sampai 60 orang maksimal. Ini sudah banyak yang tahu termasuk juga wartawan-wartawan pasti tahu itu semua," tambah dia.

Selanjutnya terkait saran jadwal ke luar negeri harus diatur satu tahun sebelumnya, Teddy menjelaskan jikalau perkembangan dunia saat ini sangat dinamis sehingga diperlukan kepemimpinan yang adaptif.

"Kemudian yang ketiga, jadwal harus 1 tahun sebelumnya. Jadi gini, perkembangan dunia global itu sangat dinamis hari per hari. Nah, jadi ada jadwal tahunan dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara ya," jelas Teddy.

Meski demikian, Teddy pun berterima kasih kepada Dino atas segala kritik dan saran yang diberikan guna kemajuan bersama.

"Sebelumnya terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri walaupun hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan," tandasnya.sinpo

Editor: Harits Tryan
Komentar: