Ebola Makin Merebak di Kongo, Kelompok Masyarakat Marah dan Lempari Mobil Relawan
BeritaNasional.com - Terjadi ketegangan di tengah merebaknya wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo, di mana mobil-mobil relawan kesehatan yang tengah lewat dilempari batu oleh sekelompok orang yang merasa kecewa lantaran salah satu anggota mereka meninggal terpapar Ebola.
Hal ini disampaikan seorang relawan kesehatan yang menggambarkan situasi di pusat wabah Ebola di Mongbwalu, provinsi Ituri, saat otoritas Kongo dan organisasi internasional meningkatkan upaya penanggulangan wabah.
“Mobil-mobil dilempari batu karena masyarakat marah atas kematian salah satu anggota komunitas mereka,” kata Incident Manager Africa CDC Profesor Yap Boum di Bunia pada Selasa (2/6/2026) waktu setempat, yang dikutip dari Viory.
Peristiwa ini terjadi setelah misi gabungan yang melibatkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Program Pangan Dunia (WFP), dan Africa CDC mengunjungi pusat wabah tersebut.
Boum menjelaskan, Mongbwalu telah mencatat 43 kasus terkonfirmasi, dengan lebih dari 100 kematian sejak awal wabah, sehingga masuk kategori 'situasi epidemiologis kritis'.
Sebuah rekaman video menunjukkan sejumlah penumpang menjalani disinfeksi di pos pemeriksaan kesehatan dan staf medis melakukan prosedur protokol kesehatan sebagai bagian dari langkah-langkah pengendalian wabah Ebola yang sedang berlangsung.
“Kami telah berkomitmen untuk segera mengerahkan penghubung komunitas dan pemimpin komunitas sehingga komunitas menjadi bagian dari respons ini,” ucap Boum.
Ia menambahkan, sebuah laboratorium juga akan dibangun di Mongbwalu, yang bekerja sama dengan WHO dan pemerintah Kongo untuk memungkinkan pengujian yang lebih cepat, dan fasilitas perawatan medis juga akan diperluas.
Diketahui, wabah Ebola diumumkan oleh RD Kongo dan Uganda pada 15 Mei, setelah tes laboratorium mengonfirmasi penyakit virus Bundibugyo. WHO kemudian menamakannya sebagai Darurat Kesehatan Masyarakat yang Menjadi Perhatian Internasional pada 17 Mei.
Menurut otoritas setempat, terdapat 125 kasus yang dikonfirmasi dan 17 kematian yang dikonfirmasi di Kongo, bersamaan dengan sembilan kasus dan satu kematian di negara tetangga Uganda. Kongo juga memiliki lebih dari 1.000 kasus yang diduga dan setidaknya 246 kematian yang diduga.
Sumber: Viory
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu





