Rusia Klaim Gempur Infrastruktur Energi dan Gudang Amunisi Ukraina
BeritaNasional.com - Ketegangan di wilayah Eropa Timur kembali memanas. Pasukan militer Rusia dilaporkan meluncurkan serangan intensif yang menyasar sejumlah infrastruktur vital dan pusat logistik milik militer Ukraina.
Berdasarkan keterangan resmi dari Kementerian Pertahanan Rusia pada Selasa (9/6/2026), target operasi kali ini berfokus pada gudang penyimpanan amunisi, depot bahan bakar, serta fasilitas jaringan energi dan transportasi yang selama ini digunakan oleh Angkatan Bersenjata Ukraina untuk menyokong operasional mereka.
Targetkan 142 Wilayah dan Lokasi Tentara Bayaran
Tidak hanya mengincar fasilitas logistik, Kementerian Pertahanan Rusia mengeklaim bahwa pasukannya berhasil menggempur titik-titik penempatan sementara yang menjadi basis pertahanan pasukan Ukraina.
Serangan udara dan darat tersebut menyasar formasi bersenjata Ukraina serta kamp-kamp yang diduga kuat menjadi tempat bernaungnya para tentara bayaran asing di 142 wilayah berbeda.
Tangkis Ratusan Drone dan Bom Berpemandu
Di sisi lain, Rusia memamerkan kesiapan sistem pertahanan udara mereka dalam menangkis serangan balasan dari kubu Ukraina.
Pihak Moskow mengeklaim berhasil melumpuhkan sejumlah persenjataan canggih milik lawan, termasuk pasokan yang disuplai oleh negara barat.
Berdasarkan data rincian dari kementerian, sistem pertahanan udara Rusia berhasil menembak jatuh:
- 9 bom udara berpemandu.
- 2 roket yang ditembakkan dari sistem peluncur jarak jauh HIMARS buatan Amerika Serikat.
- 551 pesawat nirawak (drone) bersayap tetap yang mencoba menerobos wilayah pertahanan Rusia.
Hingga berita ini diturunkan, pihak militer Ukraina belum memberikan respons atau pernyataan resmi terkait skala kerusakan infrastruktur serta jumlah korban akibat gelombang serangan masif yang dilancarkan oleh Rusia tersebut.
Sumber: Xinhua News
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 23 jam yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 23 jam yang lalu







