Pembangunan Sekolah Rakyat Progresnya Capai 78 Persen

Oleh: Dyah Ratna Meta Novia
Senin, 15 Juni 2026 | 17:20 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo. (BeritaNasional/KemenPU)
Menteri PU Dody Hanggodo. (BeritaNasional/KemenPU)

BeritaNasional.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, saat ini pembangunan sekolah rakyat di berbagai wilayah di Tanah Air sudah mencapai perkembangan 78 persen.

"Progresnya sudah cukup baik dan kami optimistis. Kami targetkan yang penting gedung sekolah dari SD,SMP,SMA diselesaikan dulu, agar anak-anak yang sekolah di tahun ajaran baru bisa segera menempati. Setidaknya sudah bisa dimanfaatkan secara fungsional meskipun belum tuntas 100 persen," ujar Dody.

Dody menjelaskan, saat ini fokus utama pembangunan adalah gedung-gedung utama dari SD, SMP, SMA. "Kami berharap Juli semua gedung itu bisa dimanfaatkan secara fungsional."

Ia juga menceritakan soal suksesnya pembangunan Sekolah Rakyat (SR) 2 di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kini SR tersebut sudah masuk ke zona hijau yang sudah sesuai target perencanaan.

"Proyek ini bagus tetap berjalan. Tantangannya cukup berat, kerusakan jalan desa yang dilalui kendaraan berat proyek," ujarnya.

"Memang kebanyakan jalan desa jadi rusak karena dilalui kendaraan berat proyek. Makanya para jasa kontraktor wajib punya dana CSR untuk memperbaiki jalan desa untuk dilalui kendaraan berat," katanya.

bahkan, ujar Dody, saat pembangunan SR di Brebes, jasa kontraktor sampai harus membangun jembatan bailey sementara."Ini perlu dilakukan supaya distribusi logistik tidak mengganggu aktivitas warga setempat," ujarnya.

Khusus untuk pembangunan SR di Sukoharjo, Dody menargetkan kesiapan fisik bisa mencapai lebih dari 90 persen saat target waktu tersebut tiba.

Dody juga menjelaskan tantangan pembangunan SR di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Di Sukoharjo dan wilayah Jawa lainnya, tantangan terbesar saat ini berada pada fase arsitektural dan finishing.

Sementara itu, untuk proyek SR di luar Jawa seperti Sumatera, Maluku, dan Sulawesi, kendala utamanya adalah infrastruktur logistik.


Sumber: Antarasinpo

Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Komentar: