Venezuela Tetapkan Darurat Nasional usai 2 Gempa Dahsyat Guncang Sebagian Wilayah
BeritaNasional.com - Dua gempa dahsyat mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6/2026) waktu setempat. Gempa dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 itu menyebabkan kerusakan parah di sebagian kota Caracas dan wilayah lainnya, serta menyebabkan korban jiwa.
Atas kejadian ini, Pelaksana Tugas Presiden Delcy Rodriguez mendeklarasikan Darurat Nasional dan mengimbau kepada seluruh warga Venezuela untuk tetap waspada dan bersikap setenang mungkin.
"Menyusul gempa bumi dahsyat yang terjadi siang ini di negara ini, kami telah mendeklarasikan Darurat Nasional di seluruh wilayah," tulis Delcy melalui akun X-nya @delcirodriguezv pada Kamis (25/6/2026).
"Kami mengimbau seluruh warga negara untuk tetap waspada, aman, dan setenang mungkin," sambungnya.
Delcy menyampaikan bahwa pihak berwenang, pasukan keamanan, layanan medis, dan perlindungan sipil telah dikerahkan di seluruh negeri untuk menangani situasi ini.
Sementara itu, melansir Viory, sebuah video yang diambil pada hari Rabu menunjukkan kerusakan di Rumah Sakit Spesialis Oftalmologi Dr. Francisco A. Risquez di Caracas, di mana lantai bawah terkena dampak parah oleh gempa. Warga di dekat lokasi kejadian mengatakan guncangan tersebut memicu kepanikan dan kekhawatiran akan rumah dan fasilitas kesehatan di sekitarnya.
"Pada saat gempa terjadi, kami berada di dalam rumah, dan ada semacam peringatan di telepon. Yang saya lakukan adalah melindungi keluarga saya. Itu adalah sesuatu yang tidak kami duga," kata warga Bartolo Arguello.
Saksi mata mengatakan, para pejabat kemudian tiba untuk menilai kerusakan.
"Beberapa pihak berwenang datang. Mereka mengambil beberapa foto dan melakukan inspeksi atau apa pun namanya, dan hanya itu," tambahnya.
Sementara itu, Survei Geologi AS mengukur gempa tersebut dengan magnitudo 7,2 dan 7,5, dengan episentrum di dekat Moron, sekitar 160 kilometer sebelah barat Caracas. Sistem PAGER mengeluarkan peringatan merah, memperingatkan bahwa korban jiwa pada akhirnya dapat mencapai antara 10.000 dan 100.000 berdasarkan intensitas guncangan, paparan penduduk, dan kerentanan bangunan.
Delcy Rodriguez mengatakan, sekitar 32 orang tewas dan lebih dari 700 orang terluka, seraya memperingatkan bahwa jumlah korban dapat meningkat seiring berlanjutnya upaya penyelamatan.
Sumber: Viory
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
EKBIS | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu






