235 Orang Tewas dan 4.300 Terluka dalam Gempa Venezuela

Oleh: Kiswondari
Jumat, 26 Juni 2026 | 18:08 WIB
Gempa Venezuela, Rabu (24/6/2026). (BeritaNasional/X Callingg)
Gempa Venezuela, Rabu (24/6/2026). (BeritaNasional/X Callingg)

BeritaNasional.com - Sebanyak 235 orang dilaporkan tewas dan 4.300 luka-luka dalam dua gempa bumi dahsyat yang terjadi secara beruntun di pantai Karibia utara Venezuela, pada Rabu (24/6/2026) waktu setempat. Gempa ini juga menyebabkan kerusakan yang meluas di ibu kota, Caracas, dan beberapa wilayah lainnya, menurut laporan Russian Today (RT) yang dilansir Jumat (26/6/2026). 

Tim penyelamat setempat juga terus melakukam pencarian korban selamat di antara reruntuhan, dan gempa susulan juga terus mengguncang daerah terdampak. Sebelumnya, gempa pertama terjadi dengan magnitudo 7,2, disusul kurang dari satu menit oleh gempa yang lebih kuat dengan magnitudo 7,5, yang memicu respons darurat berskala besar.

Berdasarkan data Survei Geologi AS (USGS), pusat gempa terletak di lepas pantai utara Venezuela dekat kota Morón. Gempa dirasakan di sebagian besar wilayah negara itu, serta di Kolombia dan beberapa pulau Karibia, dengan lebih dari 20 gempa susulan tercatat.

Atas situasi ini, pemerintah Venezuela juga mengumumkan keadaan darurat nasional, mengerahkan angkatan bersenjata, unit pertahanan sipil, dan layanan darurat. Sekolah, transportasi umum, dan beberapa bandara ditutup sementara, sementara listrik, air, dan komunikasi terganggu di beberapa wilayah.

Sementara itu, Bandara Internasional Simón Bolívar tetap ditutup hingga Jumat karena kerusakan akibat gempa bumi, sementara layanan metro dan kereta api di Caracas juga ditangguhkan.

Sejumlah pemimpin dunia juga menyampaikan bela sungkawa kepada Venezuela dan siap memberikan bantuan kemanusiaan jika diperlukan.

Seperti Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa kepada penjabat (Pj) Presiden Venezuela Delcy Rodríguez dan mengatakan Moskow berdiri dalam solidaritas dengan "rakyat Venezuela yang bersahabat". Rusia juga siap memberikan bantuan jika diminta.

Senada, China melalui juru bicara Kementerian Luar Negeri Guo Jiakun juga menyampaikan belasungkawa dan mengatakan siap membantu. China pun yakin bahwa rakyat Venezuela akan mengatasi bencana dan membangun kembali.

Amerika Serikat (AS) juga menawarkan bantuan meskipun ada sejarah ketegangan usia Presiden AS Donald Trump menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro, usai melakukan serangan intensif pada Januari 2026 lalu. Trump juga sesumbar bahwa Amerika telah "mengambil alih" sektor minyak negara itu.

Negara-negara lain dan organisasi internasional, termasuk Prancis, Jerman, Turki, Iran, Vatikan, PBB, dan Bank Dunia, juga telah menjanjikan bantuan atau menyatakan dukungan untuk upaya bantuan.

Sebagai informasi, gempa bumi di Venezuela terjadi hanya beberapa jam sebelum gempa bumi dengan magnitude 7,2 melanda prefektur Aomori dan Iwate di Jepang utara, yang melukai sedikitnya delapan orang, terutama akibat benda-benda yang berjatuhan, menurut Badan Manajemen Kebakaran dan Bencana negara tersebut.

Sumber: Russian Todaysinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: