5 Cara Alami dan Psikologis Percepat Move On
BeritaNasional.com - Patah hati atau kecewa yang amat sangat memberikan pengaruh besar terhadap kondisi psikologi. Kondisi ini bisa berimbas luas termasuk pada kesehatan jasmani. Melansir laman Halodoc dijelaskan dari segi medis dan neurobiologi, patah hati bukanlah sekadar perasaan sedih biasa. Saat kamu menjalin hubungan, otak secara rutin melepaskan hormon bahagia seperti dopamin dan oksitosin.
Namun, ketika hubungan itu berakhir secara tiba-tiba, produksi hormon tersebut menurun drastis. Sebagai gantinya, otak melepaskan hormon stres yaitu kortisol dan adrenalin dalam jumlah besar. Lonjakan hormon stres inilah yang membuat patah hati terasa sangat menyakitkan, bahkan hingga memunculkan gejala fisik seperti dada sesak, kehilangan nafsu makan, sakit kepala, hingga insomnia kronis.
Jika kondisi ini dibiarkan berlarut tanpa penanganan, sistem kekebalan tubuhmu bisa menurun drastis dan akan merasa sangat kelelahan sepanjang hari karena kurangnya kualitas tidur malam.
Oleh sebab itu, selain melakukan pemulihan secara psikologis, kamu juga perlu mendukung tubuhmu secara fisik. Mengonsumsi vitamin dan suplemen pereda stres serta peningkat kualitas tidur sangat disarankan untuk membantu menstabilkan kembali kondisi fisikmu agar lebih siap menghadapi proses penyembuhan emosional.
Selain menjaga kesehatan fisik dengan suplemen, proses melepaskan masa lalu sangat bergantung pada bagaimana kamu mengelola kesehatan mentalmu. Menerapkan langkah-langkah psikologis yang tepat dapat mempercepat proses penyembuhan luka batin. Berikut adalah beberapa cara yang bisa kamu terapkan:
1. Terapkan No Contact Rule
Langkah pertama dan paling penting adalah memutus segala bentuk komunikasi. Memblokir atau mematikan notifikasi media sosial mantan bukanlah tanda ketidakdewasaan, melainkan sebuah batasan sehat (healthy boundaries) yang kamu ciptakan untuk melindungi mentalmu. Melihat pembaruan tentang hidupnya hanya akan mengaktifkan kembali rasa sakit di otak.
2. Pahami Siklus Kesedihan (Stages of Grief)
Kehilangan hubungan sama seperti kehilangan seseorang akibat kematian, kamu akan melewati lima fase kesedihan: Penyangkalan (Denial), Kemarahan (Anger), Tawar-menawar (Bargaining), Depresi (Depression), dan akhirnya Penerimaan (Acceptance). Sadarilah bahwa merasa sedih dan marah adalah proses yang sangat normal. Jangan memaksakan diri untuk langsung baik-baik saja.
3. Journaling atau Menulis Jurnal Emosi
Menuangkan perasaan lewat tulisan adalah salah satu bentuk katarsis (pelepasan emosi) yang sangat efektif. Tuliskan semua kemarahan, kekecewaan, dan kesedihanmu di atas kertas. Ini membantu mengurai benang kusut di kepalamu sehingga kamu bisa berpikir lebih jernih dan rasional mengenai alasan mengapa hubungan tersebut memang harus berakhir.
4. Fokus pada Pengembangan Diri (Self-Love)
Alihkan energi yang sebelumnya kamu berikan untuk pasangan kembali kepada dirimu sendiri. Mulailah berolahraga secara rutin karena aktivitas fisik memicu pelepasan hormon endorfin yang bertindak sebagai penghilang rasa sakit alami. Pelajari keahlian baru, fokus pada karier, atau lakukan perjalanan ke tempat yang belum pernah kamu kunjungi.
5. Cari Dukungan Sosial
Jangan mengisolasi diri di dalam kamar. Habiskan waktu berkualitas bersama sahabat, keluarga, atau komunitas yang memiliki minat yang sama denganmu. Berbicara dengan orang yang dapat dipercaya dapat memberikan perspektif baru dan membuatmu merasa dihargai dan dicintai kembali.
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
DUNIA | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
POLITIK | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
HUKUM | 2 hari yang lalu







