Dalam Waktu Dekat Apakah Harga Emas akan Turun Lagi? Begini Prediksinya

Oleh: Sri Utami Setia Ningrum
Sabtu, 25 Juli 2026 | 11:02 WIB
Konsumen membeli emas. (BeritaNasional/Oke Atmaja)
Konsumen membeli emas. (BeritaNasional/Oke Atmaja)

BeritaNasional.com -  Dalam dua hari terakhir harga emas cenderung turun walau sebetulnya harga emas bisa berubah setiap saat mengikuti dinamika dunia. Kondisi ini kemudian direspon sebagian investor yang mulai mempertanyakan apakah harga emas akan turun lagi dalam waktu dekat atau justru melanjutkan tren kenaikannya.

Mengingat harga emas dipengaruhi oleh berbagai faktor, memahami prospek pergerakannya dapat membantu mengambil keputusan investasi dengan lebih bijak.

Berikut ulasan singkat prediksi pergerakan emas, dilansir dari laman Pegadaian.

Dalam waktu dekat apakah emas akan turun lagi?

Secara singkat, harga emas masih berpotensi mengalami penurunan atau koreksi dalam jangka pendek. Namun, hal tersebut tidak selalu menunjukkan bahwa tren kenaikan harga emas telah berakhir.

Berdasarkan pergerakan historis, emas dikenal sebagai instrumen investasi yang cenderung mampu mempertahankan nilainya dan menunjukkan tren kenaikan dalam jangka panjang, meskipun tetap mengalami fase penyesuaian harga dari waktu ke waktu.

Koreksi harga emas dapat terjadi akibat perubahan kondisi ekonomi global, kebijakan moneter, hingga perubahan sentimen investor.

Meski demikian, sejumlah analis masih memandang prospek emas tetap positif dalam jangka menengah dan panjang.

Hal ini didukung oleh berbagai faktor, seperti ketidakpastian ekonomi global, konflik geopolitik, potensi penurunan suku bunga, serta meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven.

Pandangan tersebut juga tercermin dari prediksi sejumlah lembaga keuangan internasional.

Deutsche Bank memperkirakan rata-rata harga emas pada 2026 dapat mencapai US$3.700 per ons, lebih tinggi dibandingkan proyeksi sebelumnya.

Sementara itu, Goldman Sachs memproyeksikan harga emas berpotensi melampaui US$3.700 per ons pada akhir 2025 dan mendekati US$4.000 per ons pada pertengahan 2026.

Goldman Sachs menilai prospek tersebut didukung oleh ekspektasi penurunan suku bunga, meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven, ketegangan perdagangan global, serta kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dunia.

Di sisi lain, Bank of America memperkirakan harga emas berada di kisaran US$3.036 per ons pada 2025 dan meningkat menjadi sekitar US$3.350 per ons pada 2026.

Meskipun proyeksinya lebih konservatif, lembaga ini masih melihat adanya peluang kenaikan harga emas yang didorong oleh ketidakpastian pasar global.

J.P. Morgan juga menunjukkan pandangan yang optimistis dengan memprediksi harga emas dapat mencapai US$4.000 per ons pada 2026.

Menurut lembaga tersebut, ketidakpastian ekonomi dan politik global masih berpotensi mendorong inflasi sehingga permintaan terhadap emas sebagai aset lindung nilai diperkirakan tetap tinggi.

Melihat berbagai proyeksi tersebut, dapat disimpulkan bahwa apakah harga emas akan turun lagi dalam waktu dekat memang masih menjadi kemungkinan.

Namun, sebagian besar analis menilai bahwa potensi koreksi tersebut cenderung bersifat sementara dan belum mengubah prospek positif emas dalam jangka panjang.sinpo

Editor: Sri Utami Setia Ningrum
Komentar: