Riset: Self Care Bisa Tingkatkan Kesehatan Masyarakat
BeritaNasional.com - Praktik self-care atau perawatan diri yang terintegrasi dengan sistem kesehatan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi beban layanan medis.
Temuan itu terungkap dalam riset terbaru Economist Enterprise berjudul Making self-care work: integrating self-care into health systems yang didukung Bayer.
Riset tersebut menyebutkan, praktik sel care berpotensi memberikan manfaat ekonomi hingga sekitar US$179 miliar per tahun.
Selain itu, self care juga dinilai dapat membantu berbagai negara mewujudkan Cakupan Kesehatan Semesta (Universal Health Coverage/UHC).
Menurut riset tersebut, sistem kesehatan saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari bertambahnya jumlah lansia, meningkatnya penyakit kronis, kekurangan tenaga kesehatan, hingga belum meratanya akses layanan.
Karena itu, self-care dinilai menjadi salah satu solusi untuk menjaga kesehatan masyarakat sekaligus mengurangi tekanan pada fasilitas kesehatan.
Scientist The Department of Sexual, Reproductive, Maternal, Child, Adolescent Health and Ageing World Health Organization (WHO) Manjulaa Narasimhan mengatakan, self care merupakan garda terdepan untuk semua perawatan kesehatan.
"Dengan adanya bukti klinis, kebijakan yang mendukung, serta tenaga kesehatan dan perawatan yang terlatih, perawatan diri dapat berkontribusi besar dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan bagi semua orang," kata Manjulaa, Sabtu (25/7/2026).
Meski demikian, riset itu menegaskan bahwa self care bukan untuk menggantikan layanan kesehatan, melainkan melengkapinya.
Praktik perawatan diri ini bisa dilakukan dengan pola hidup sehat, pencegahan penyakit, pemantauan kondisi kesehatan secara mandiri, hingga penggunaan obat bebas secara tepat.
“Solusi self-care, termasuk penggunaan perangkat digital, obat bebas yang aman dan terjangkau, suplemen nutrisi, serta informasi edukatif, merupakan hal yang fundamental untuk mengatasi kesenjangan layanan kesehatan global. Hal ini merupakan lini pertahanan pertama bagi masyarakat dan sistem kesehatan," kata Member of the Bayer Board of Management and President Consumer Health Julio Triana.
Riset tersebut juga menyebut self care akan berjalan efektif jika didukung kebijakan pemerintah, informasi yang akurat, produk yang mudah dijangkau, serta sistem rujukan yang jelas.
Di Indonesia, penerapan self care didorong melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS).
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 1 hari yang lalu
EKBIS | 21 jam yang lalu
POLITIK | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu







