Kepala BGN Sudaryono Ungkap 3 Langkah Perbaikan Program MBG
BeritaNasional.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi fokus utama pada masa awal kepemimpinannya.
“Kami berusaha sesegera mungkin mengidentifikasi persoalan. Persoalan utama yang kami hadapi bukan mengesampingkan persoalan lain, tetapi kami fokus pada tiga hal yang utama,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (27/7/2026).
Kurang dari sepekan menjabat, ia menetapkan tiga langkah prioritas, yakni memberantas praktik korupsi, memperkuat tata kelola penyelenggaraan MBG, serta meningkatkan transparansi dengan melibatkan publik dalam pengawasan program.
Prioritas pertama, kata dia, adalah penanganan dugaan tindak pidana korupsi di lingkungan BGN. Menurut Sudaryono, seluruh proses hukum diserahkan sepenuhnya kepada Kejaksaan, sementara BGN berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap penyelidikan maupun penyidikan.
“Kami siap bekerja sama seluas-luasnya dan membuka akses selebar-lebarnya terhadap informasi yang dibutuhkan dalam proses hukum,” ujarnya.
Prioritas kedua adalah memastikan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai standar. Sudaryono menegaskan bahwa indikator utama program bukan sekadar menyajikan makanan, melainkan memastikan kecukupan gizi bagi para penerima manfaat.
Ia menjelaskan, saat ini terdapat sekitar 27 ribu dapur MBG yang dikelola oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan status sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Karena berstatus aparatur negara, setiap kepala dapur wajib menjalankan tugas secara profesional dan menjaga kualitas makanan yang disajikan.
“Status Kepala Dapur di setiap dapur adalah abdi negara. Sehingga penting bagi kami memastikan mereka bekerja dengan sebaik-baiknya, sebersih-bersihnya, dan memastikan menu yang tersaji adalah baik,” katanya.
Dilanjutkan dia, prioritas ketiga adalah memperkuat transparansi dan komunikasi publik. Dipaparkannya, BGN tengah menyiapkan sistem digital yang memungkinkan masyarakat, khususnya orang tua siswa, memantau pelaksanaan Program MBG.
Melalui sistem tersebut, orang tua nantinya dapat mengetahui menu makanan yang diterima anaknya, kandungan gizi, dapur yang memasak, hingga nama Kepala SPPG yang bertanggung jawab. Selain itu, pemerintah daerah, sekolah, dan dinas terkait juga akan memperoleh akses terhadap informasi tersebut.
“Kami ingin publik ikut terlibat mengawasi apakah itu menu, penyaluran, dapur, kebersihan, dan lain-lain. Minggu depan kami harapkan sistem ini sudah bisa diakses oleh orang tua siswa,” ujarnya.
Selain membuka akses informasi mengenai menu, BGN juga akan memperbarui layanan informasi terkait jumlah dapur, sebaran dapur di setiap daerah, serta jumlah penerima manfaat yang dapat diakses secara daring.
Sebagai bagian dari upaya pembenahan tata kelola, Sudaryono menegaskan tidak akan mentoleransi praktik gratifikasi maupun penyimpangan dalam pengadaan bahan pangan.
“Kami tidak ingin pelanggaran yang dilakukan oleh segelintir oknum merusak citra ribuan orang yang selama ini bekerja dengan jujur dan baik,” tegasnya.
DUNIA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
OLAHRAGA | 1 hari yang lalu
PERISTIWA | 2 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu



