Korut Menolak Seruan Forum Regional ASEAN untuk Denuklirisasi Penuh Semenanjung Korea
BeritaNasional.com - Korea Utara (Korut) menolak seruan Forum Regional ASEAN (ASEAN Regional Forum/ARF) mengenai denuklirisasi penuh Semenanjung Korea dan menyebutnya sebagai upaya yang bodoh.
Korut menyatakan, statusnya jadi negara pemilik senjata nuklir bersifat final dan tidak dapat diubah.
Dikutip dari KCNA, Pejabat Senior Partai Pekerja Korea yang berkuasa sekaligus adik Pemimpin Tertinggi Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, Kim Yo Jong mengecam pernyataan ketua forum yang diterbitkan setelah pertemuan para menteri luar negeri ARF di Filipina baru-baru ini.
Kim menuduh ARF mengadopsi sikap bermusuhan. Ia mengatakan, ARF itu mendukung sikap Amerika Serikat (AS) mengenai denuklirisasi dengan mengabaikan konstitusi Korea Utara yang menetapkan negara tersebut sebagai negara pemilik senjata nuklir.
"Tindakan AS dan negara-negara bawahannya untuk mengubah Korut sebagai negara pemilik senjata nuklir, tidak lebih dari upaya yang bodoh," kata Kim.
Kim mengatakan, konsep denuklirisasi Semenanjung Korea telah kehilangan makna, baik secara praktis maupun konseptual.
Ia mengatakan, seruan yang terus disampaikan mengenai denuklirisasi sebagai mimpi liar yang tak masuk akal.
Kim mengatakan, ARF seharusnya menjalankan perannya dalam mendorong perdamaian dan keamanan kawasan.
Ia menegaskan, kemampuan penangkal nuklir tetap menjadi "perisai utama" untuk melindungi kedaulatan nasional.
Kim juga berjanji bahwa Korea Utara akan terus memperkuat kemampuan nuklir tanpa sedikit pun mengalami stagnasi.
Sementara itu, dalam pernyataan ketua ARF, Forum Regional ASEAN kembali menegaskan dukungan terhadap denuklirisasi penuh Semenanjung Korea.
Forum tersebut juga menyampaikan keprihatinan atas pengembangan senjata nuklir dan program rudal balistik Korea Utara yang terus berlanjut.
Forum Regional ASEAN saat ini terdiri dari 28 anggota, termasuk 11 negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) serta berbagai mitra di kawasan Asia Pasifik dan dunia, dengan Inggris sebagai anggota terbaru.
Anggota lainnya adalah Amerika Serikat, Australia, Bangladesh, Kanada, Tiongkok, India, Jepang, Mongolia, Selandia Baru, Pakistan, Papua Nugini, Republik Demokratik Rakyat Korea (Korea Utara), Republik Korea (Korea Selatan), Rusia, Uni Eropa, dan Sri Lanka.
Sumber: Antara
PERISTIWA | 22 jam yang lalu
DUNIA | 19 jam yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
DUNIA | 1 hari yang lalu
OLAHRAGA | 2 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 23 jam yang lalu
HUKUM | 20 jam yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu
GAYA HIDUP | 1 hari yang lalu







