1.476 Dosen dan Mahasiswa Diterjunkan ke 53 Kawasan Transmigrasi Mulai 31 Juli

Oleh: Lydia Fransisca
Selasa, 28 Juli 2026 | 06:15 WIB
Audiensi Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia dengan Pak Darto (menggunakan batik), transmigran spontan asal Cilacap. (Foto/Dok Tim Ekspedisi Patriot UI)
Audiensi Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia dengan Pak Darto (menggunakan batik), transmigran spontan asal Cilacap. (Foto/Dok Tim Ekspedisi Patriot UI)

BeritaNasional.com -  Kementerian Transmigrasi akan menerjunkan 1.476 dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan ke 53 kawasan transmigrasi di seluruh Indonesia pada 31 Juli hingga 27 November 2026.

Mereka ditugaskan memetakan potensi daerah, mengidentifikasi persoalan masyarakat, serta menyusun rekomendasi untuk mendorong pengembangan ekonomi di kawasan transmigrasi.

Sebanyak 1.476 peserta tersebut terpilih dari sekitar 10 ribu civitas akademika yang mendaftar dalam Program Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026. Mereka telah mengikuti pembekalan sebelum diterjunkan ke lapangan.

Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan, pembangunan tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan pembahasan di ruang rapat, melainkan harus didasarkan pada kondisi nyata di lapangan.

“Kalau Bapak, Ibu, dan Adik-adik tidak hadir di tiap sudut Indonesia, maka orang lain yang akan hadir. Karena itu, negara memfasilitasi kehadiran para Patriot (civitas akademika) untuk melihat langsung kondisi di lapangan,” kata Iftitah, dikutip dari keterangan resminya pada Selasa (28/7/2026).

Menurut Iftitah, para peserta tidak hanya melakukan penelitian, tetapi juga bertugas memetakan potensi, mengidentifikasi persoalan, serta merumuskan solusi berbasis data yang dapat menjadi dasar pengembangan kawasan transmigrasi.

“Pembangunan tidak cukup hanya dibahas di ruang kelas atau ruang rapat. Kita harus hadir, memahami persoalan secara langsung, lalu mencari jalan keluarnya bersama masyarakat,” ujar Iftitah.

Ia menambahkan, berbagai persoalan di kawasan transmigrasi telah berlangsung selama puluhan tahun.

Karena itu, para peserta tidak dibebani menyelesaikan seluruh persoalan dalam waktu singkat, tetapi diharapkan menjadi bagian dari proses perubahan yang berkelanjutan.

“Persoalan yang sudah berlangsung puluhan tahun tentu tidak selesai dalam satu atau dua hari. Yang penting kita terus bergerak, terus mencari solusi, dan memastikan pembangunan tetap berjalan,” ucap Iftitah.

Sebagai informasi, Tim Ekspedisi Patriot merupakan bagian dari Program Transmigrasi Patriot dalam agenda 5T Kementerian Transmigrasi.

Pemerintah berharap, hasil kerja para peserta tidak hanya menjadi laporan akademik, tetapi juga menjadi dasar lahirnya kebijakan, inovasi, investasi, serta kegiatan ekonomi baru yang dapat membuka lapangan kerja, meningkatkan produktivitas kawasan, dan memperkuat usaha masyarakat.

Pada TEP 2026, peserta berasal dari 10 perguruan tinggi mitra dan 155 perguruan tinggi nonmitra.

Mereka akan bertugas selama empat bulan di 53 kawasan transmigrasi prioritas yang terdiri atas 41 kawasan prioritas nasional, dua kawasan prioritas Kementerian Transmigrasi, dan 10 kawasan transmigrasi di Papua.sinpo

Editor: Imantoko Kurniadi
Komentar: