Mabes Polri Buka Peluangan Periksa Kapolrestabes Semarang, Ini Penyebabnya!

Oleh: Bachtiarudin Alam
Kamis, 05 Desember 2024 | 16:56 WIB
Kabareskrim Polri, Komjen Pol Wahyu Widada. (BeritaNasional/Bachtiar).
Kabareskrim Polri, Komjen Pol Wahyu Widada. (BeritaNasional/Bachtiar).

BeritaNasional.com - Mabes Polri membuka peluang bakal memeriksa Kapolres Kota Besar Semarang, Kombes Pol Irwan Anwar atas kasus penembakan polisi berinisial Aipda RZ terhadap pelajar SMKN 4 Semarang GRO (17).

Pemeriksaan ini dilakukan, imbas keterangan berbeda antara Kombes Pol Irwan Anwar dengan Kabid Propam Polda Jateng, Kombes Pol Aris terkait korban yang awalnya disebut tawuran, ternyata terjadi insiden lain.

"Jadi nanti dalam perkembangan kita kan juga perlu periksa ini, periksa ini. Sesuai dengan ketentuan, sesuai dengan alur yang dijalankan, sesuai fakta yang didapatkan, baru nanti kita periksa," kata Kabareskrim Polri, Komjen Pol Wahyu Widada saat ditanya awak media, Kamis (5/12/2024).

Namun terkait perbedaan kronologi itu, Wahyu masih belum bisa bicara banyak. Namun dia berjanji akan memastikan kasus ini ditangani secara transparan dengan asistensi yang diberikan Mabes Polri.

"Ya nanti kita lihat, kalau seperti itu ada perbedaan (kronologi)," jelasnya.

"Yang pasti berproses, Kita lakukan asistensi untuk proses secara tegak lurus, sesuai dengan aturan dan ketentuan hukum yang berlaku. Prinsipnya dilakukan secara profesional, secara scientific investigation," tambahnya.

Sebelumnya, Polrestabes Semarang dan Polda Jawa Tengah (Jateng) menyampaikan dua versi kronologi yang berbeda, terkait kasus polisi tembak siswa SMKN 4 Semarang hingga tewas. 

Hal itu sempat menjadi perbincangan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi III DPR dengan Polrestabes Semarang dan Polda Jateng di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (3/12/2024).

Awalnya, Kombes Irwan Anwar memperlihatkan tayangan CCTV yang menayangkan kronologi peristiwa penembakan tersebut. Dia menjelaskan Aipda Robig yang merupakan pelaku, melihat adanya kendaraan yang saling berkejaran dan membawa senjata tajam.

Sementara Kombes Aris Supriyono mengungkap penembakan Aipda Robig kepada korban tidak terkait pembubaran tawuran. Melainkan, terlibat saling pepet-pepetan di jalan sebelum insiden penembakan.sinpo

Editor: Harits Tryan Akhmad
Komentar: