Prabowo Akan Tambah Pusat Rehabilitasi Narkoba di Berbagai Daerah

Oleh: Kiswondari
Rabu, 29 Oktober 2025 | 18:57 WIB
Prabowo akan tambah pusat rehabilitasi narkoba di berbagai daerah. (BeritaNasional/Bachtiarudin)
Prabowo akan tambah pusat rehabilitasi narkoba di berbagai daerah. (BeritaNasional/Bachtiarudin)

BeritaNasional.com - Presiden Prabowo Subianto berencana untuk menambah pusat-pusat rehabilitasi bagi pengguna narkoba di berbagai daerah di Indonesia, sehingga daerah-daerah yang belum punya fasilitas rehabilitasi ke depannya memiliki tempat untuk merawat dan mengobati para pengguna narkoba. Hal ini disampaikan Prabowo usai memimpin pemusnahan barang bukti narkoba seberat 241,84 ton periode Oktober 2024-Oktober 2025.

"Saya kira perlu tambahan pusat-pusat rehabilitasi. Ada beberapa kabupaten yang belum punya kita harus segera lengkapi," kata Presiden Prabowo kepada wartawan di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menekankan perang melawan narkoba merupakan tanggung jawab semua pihak. Oleh karena itu, Presiden menegaskan pentingnya peran orang tua, guru-guru di sekolah, masyarakat di lingkungan seperti ketua RT, kepala desa, dan semua pihak harus bersama-sama bekerja keras memerangi narkoba.

"Tidak boleh kita izinkan narkoba ini didistribusikan. Begitu ada indikasi, ada yang mau jual, ada yang tahu, lapor segera semua ini. Orang tua, jangan biarkan anaknya nanti rusak, hancur anaknya tidak ada masa depan. Begitu ada indikasi, lapor!," pesan Prabowo.

Prabowo menegaskan, perang melawan narkoba juga hanya bukan tanggung jawab Polri dan Badan Narkotika Nasional (BNN) melainkan segenap elemen bangsa.

"Ini kerja seluruh bangsa. Jangan hanya mengandalkan satu lembaga, dua lembaga, tidak bisa! Kita semuanya harus bekerja sama, karena ini sangat berbahaya," tegasnya.

Selanjutnya, Prabowo juga telah meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk melibatkan dirinya dalam pengungkapan kasus pabrik narkoba. Menurutnya, ini merupakan wujud usaha bersama dalam memerangi narkoba.

"Tadi saya sampaikan ke Kapolri, kalau ada indikasi, pabrik mau di-ini, saya ingin hadir juga pada saat itu, untuk memberi penekanan bahwa ini usaha kita semua," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo memimpin pemusnahan barang bukti narkoba seberat 214,84 ton yang nilainya mencapai Rp29,37 triliun di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, Presiden secara simbolis memusnahkan dua paket bungkusan narkoba ke dalam mesin pemusnah. Kegiatan itu turut disaksikan oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo yang mendampingi Presiden selama peninjauan.

Sumber: Antarasinpo

Editor: Kiswondari
Komentar: