Tertunduk Lesu, Gubernur Riau Abdul Wahid Tiba di KPK Usai Terjaring OTT
BeritaNasional.com - Gubernur Riau Abdul Wahid akhirnya tiba di Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) serelah dikabarkan terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT).
Berdasarkan pentauan Beritanasional.com, Abdul Wahid tiba di kantor lembaga antirasuah pada Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 09.35 WIB diantar mobil penyidik KPK.
Dirinya terpantau turun dari mobil mengenakan masker, kaos putih, celana hitam, sepasang sandal, dan membawa tas berwarna biru.
Selain Abdul Wahid, KPK juga turut mendatangkan Kadis PUPR PKPP Provinsi Riau Arif Setiawan dan Sekretaris Daerah Provinsi Riau Ferry Yunanda.
Menurut Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, ada 5 orang lain yang tiba di lembaga antirasuah pagi ini. Akan tetapi, kelimanya memasuki gedung lewat jalur belakang.
Rencananya, KPK akan mendatangkan sisa orang lain yang turut diamankan dalam OTT kali ini sekitar pukul 15.00 WIB.
"Terjadwal pukul 15.00 WIB," kata Budi.
Sebagai informasi, KPK melaksanakan (OTT) pada Senin (3/11/2025) di Provinsi Riau dan mengamankan 10 orang dalam operasi senyap itu.
“Sampai saat ini ada sekitar sejumlah 10 orang yang diamankan dalam kegiatan tangkap tangan,” ujar Budi semalam.
Menurut Budi, tim penyidik masih bekerja di lapangan dan proses pemeriksaan awal terhadap pihak-pihak yang diamankan tengah dilakukan.
“Tim masih di lapangan dan masih terus berprogres, jadi nanti kita akan terus update perkembangannya,” katanya.
Budi menjelaskan bahwa sebagian dari pihak yang diamankan merupakan penyelenggara negara. Namun, KPK belum dapat merinci siapa saja yang terjaring dalam OTT tersebut.
“Dari 10 orang tersebut, pihak-pihak yang diamankan dari pihak-pihak penyelenggara negara. Jadi nanti kami akan update juga siapa saja yang diamankan,” tutur Budi.
Saat ditanya mengenai kabar yang beredar di media lokal terkait dugaan keterlibatan pejabat Dinas PUPR, Budi belum dapat memberikan konfirmasi lebih jauh.
“Terkait dengan perkaranya, terkait dengan apa begitu ya, di bidang apa, kemudian konstruksinya seperti apa,” ucapnya.
Di sisi lain, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau memastikan Gubernur Abdul Wahid tidak terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.
Plt Kepala Diskominfotik Riau, Teza Darsa mengatakan pimpinannya tersebut dibawa KPK hanya untuk dimintai keterangan saja.
"Informasi yang kami dapat Pak Gubernur hanya dimintai keterangan, bukan di OTT," ujar Teza.
Pemprov Riau juga mengungkapkan Wahid sempat memimpin rapat di Rumah Dinas Jalan Diponegoro yang diikuti sejumlah dinas dan kepala daerah sebelum ada operasi senyap KPK.
PERISTIWA | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu
TEKNOLOGI | 2 hari yang lalu
HUKUM | 1 hari yang lalu
EKBIS | 2 hari yang lalu






